Tripoli, LiputanIslam.com –  Pemerintahan sementara Libya di al-Baida di bagian timur negara ini dalam statemennya, Kamis (12/1/2017), mengecam keras “kedatangan satuan-satuan pasukan Italia di ibu kota, Tripoli,” dan menyebutnya sebagai pendudukan dan campurtangan secara terbuka terhadap urusan internal Libya sehingga “akan dihadapi dengan penolakan dan resistensi oleh semua orang Libya.”

Mengutip statemen tersebut, kantor berita Libya melaporkan bahwa pemerintahan sementara “terkejut atas kedatangan pasukan Italia ke Tripoli, apalagi juga ada informasi lain bahwa lebih dari seribu tentara Amerika Serikat telah masuk secara diam-diam dan berkonsentrasi di sekitar ibu kota.”

Pemerintahan sementara Libya menyerukan kepada pemerintah Italia agar menghormati perjanjian, konvensi dan undang-undang internasional serta kedaulatan Libya.

“Pemerintah Italia bertanggungjawab penuh atas keberadaan pasukan ini, dan atas apa yang akan terjadi berupa reaksi rakyat yang korbannya nanti adalah para pemuda tentara…. Rakyat akan mengalahkan mereka karena rakyat membela kehormatan dan negerinya,” bunyi statemen itu.

Statemen itu juga menganggap masyarakat internasional “tidak memiliki iktikad untuk memberikan penyelesaian krisis Libya secara layak, dan malah menjadikan Libya sebagai Irak kedua serta hendak menjerumuskan  orang-orang Libya ke dalam neraka.”

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Libya telah merilis statemen berisikan kecaman terhadap “masuknya kapal-kapal perang Italia dengan membawa senjata dan pasukan ke wilayah perairan Libya.” Statemen ini mendesak pemerintah Italia agar segera menarik pasukannya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL