menteri keadilan kuwait yaqoub alsaneaKuwaitCity, LiputanIslam.com – Pemerintah Kuwait menegaskan aksi para teroris tidak akan pernah bisa mengusik dan apalagi menghancurkan persatuan antara umat Islam Sunni dan Syiah di negeri emir kaya minyak ini.

“Peristiwa-peristiwa teror yang terjadi di Kuwait sama sekali tidak bisa mengusik dan memusnahkan persatuan antara warga Sunni dan warga Syiah Kuwait… Kuwait adalah negara yang berlandaskan hukum dan tidak terpengaruh oleh sektarianisme. Sudah 300 tahun warga Sunni dan Syiah di negara hidup berdampingan dengan rukun, bersaudara dan setara,” ungkap Menteri Pengadilan, Wakaf dan Urusan Islam Kuwait Yaqoub Al-Sanea dalam wawancara dengan DPA Jerman, sebagaimana dilansir Alwaie News, Jumat (6/11).

Dia lantas menyebutkan contoh bagaimana semangat persatuan ditunjukkan oleh warga Kuwait setelah masjid Imam Jakfar al-Shadiq ra milik warga Syiah diserang teroris pada Juni lalu.

“Untuk memperlihatkan persatuan Sunni dan Syiah di negara ini setelah teroris melancarkan aksi peledakan di Masjid Imam al-Shadiq ra hingga menjatuhkan 27 korban meninggal dan 227 korban luka, kami menyelenggarakan majelis khitam (tahlil) untuk para korban tragedi ini di Masjid Agung al-Kabir milik warga Sunni. Dengan cara ini kami ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa persatuan kami merupakan garis merah yang tak dapat diusik oleh siapapun,” tugasnya.

Menurutnya, sedikitnya sekali warga Kuwait yang menjadi anggota teroris ISIS, dan di Kuwait tidak ada tahanan politik.

sunni-syiah kuwait

Shalat Jumat bersama Sunni dan Syiah di Masjid Agung Kuwait.

Dia juga juga mengatakan bahwa dewasa ini di semua masjid dan pusat keagamaan di Kuwait sudah dicanangkan suatu pola baru serta program-program keagamaan yang ditujukan untuk memasyarakatkan faham moderat dan membendung radikalisme.

Serangan terhadap masjid Imam Jakfar al-Shadiq ra terjadi 26 Juni lalu saat warga Muslim Syiah sedang menyelenggarakan shalat Jumat di dalamnya. Meski demikian, alih-alih terprovokasi untuk saling bermusuhan, ribuan warga Muslim dari kedua mazhab besar Islam ini pada hari Jumat kemudian justru bergabung menyelenggarakan shalat Jumat bersama di Masjid Agung Kuwait. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL