Israel-Palestine1BaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Fenomena “brain drain” yaitu kaburnya tenaga-tenaga ahli dan intelektual dilaporkan semakin menggerogoti tubuh militer Israel. Berdasarkan data-data yang dirilis oleh sumber-sumber di negara Zionis ini, hengkangnya tenaga intelektual dari militer Israel dalam beberapa tahun terakhir meningkat menjadi 34 persen, dan ini menjadi ancaman berat bagi masa depan militer Israel.

Koran Israel Yedioth Ahronoth (YA) dalam laporannya mengenai kenyataan itu, sebagaimana dikutip Rai al-Youm, Kamis (19/11), menyebutkan bahwa masalah itu menjadi persoalan krusial dan darurat karena semakin menjurus pada kemerosotan militer Israel dibanding militer-militer lain di negara-negara maju, terutama di era kontemporer yang banyak bertopang pada teknologi militer.

Tenaga-tenaga ahli dan intelektual di kalangan militer Israel kini lebih mengutamakan kekayaan dan modal daripada berjuang demi cita-cita Zionisme. Akibatnya, mereka lebih suka bekerja di sektor-sektor sipil dan bisnis daripada mengabdi di angkatan bersenjata.

Disebutkan bahwa 13.2 persen perwira terkemuka Israel pada tahun 2011 telah meninggalkan jabatannya di militer dan memilih bekerja di perusahaan-perusahaan swasta. Pada tahun 2015, angka itu berubah menjadi 34.4 persen yang sebagian besar terjadi pada unit-unit teknis, termasuk Unit 8200.

YA menyebut fenomena ini sebagai bom waktu dan telah terjadi penurunan kualitas pada teknologi militer Israel dan berdampak pula pada wibawa kaum Zionis. Karena itu, lanjut YA, mengingat tenaga-tenaga teknis merupakan unsur yang paling diperlukan dalam militer maka hengkangnya para ahli dari satuan-satuan militer Israel lebih berbahaya bagi masa depan eksistensi Israel daripada kebangkitan atau intifada rakyat Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL