TelAviv, LiputanIslam.com –  Rezim Zionis Israel merasa cemas terhadap proyek pembangunan pelabuhan baru di kota Latakia, Suriah, dan pembangunan jalan panjang di wilayah Irak karena dapat digunakan oleh Iran untuk menyerang Israel.

Sumber-sumber badan keamanan Israel menyatakan proyek pembangunan pelabuhan itu akan meningkatkan aktivitas militer Iran di Laut Mediteranian dan akan menjadi pangkalan depan untuk melautkan unit-unit tempur Angkatan Laut (AL) Iran.

Mereka menjelaskan bahwa pergesekan antara AL Iran dan AL Israel di berbagai kawasan yang relatif dekat wilayah pendudukan Palestina dengan sendirinya akan menyentuh supremasi maritim Israel sehingga rezim Zionis ini praktis perlu melakukan interventarisasi ulang dan memperbaharui kesiapannya.

“Pembangunan pangkalan laut Iran ini meresahkan dan akan menjadi faktor yang sangat krusial bagi aktivitas AL Israel. Dan dalam kondisi berperang melawan Hizbullah, Iran bisa jadi akan ikut berperang… Jarak 170 mil dari Latakia ke tepian wilayah Israel merupakan jarak yang singkat dalam doktrin kelautan,” ungkap sumber keamanan papan atas Israel, seperti dilansir Walla dan dikutip oleh beberapa media berbahasa Arab Timteng, Selasa (14/3/2017).

Dia menambahkan, “Ini berarti bahwa musuh dapat dilihat dengan mata telanjang, ini akan mengubah perimbangan kekuatan di kawasan, ini lebih menyerupai tindakan Iran menyebar kelompok pasukan di Dataran Tinggi Golan (wilayah Suriah yang diduduki Israel ). Duduk persoalannya berkenaan dengan orang-orang yang setiap hari berjaga-jaga dan berpikir mengenai cara memusnahkan Israel.”

Dia juga mengatakan, “Lihatlah bagaimana Iran menyulitkan kehidupan AL Amerika Serikat (AS) di Teluk (Persia). Tentara Iran mendekati tentara AS dan memprovokasi mereka tanpa rasa takut. Februari tahun lalu Korps Garda Revolusi Islam/IRGC (pasukan elit Iran) menahan kapal AL AS yang tersesat hingga masuk ke perairan Iran.”

Walla melaporkan bahwa Israel berusaha menekan Rusia supaya melarang pengadaan pangkalan maritim untuk Iran di Suriah dan mencegah akses Brigade al-Quds IRGC.

Di sisi lain, badan keamanan Israel mengklaim Iran berusaha membuat terobosan darat menuju Israel dengan membuat jalur darat yang panjang dari Irak hingga Suriah, dan jalur ini praktis akan mendatangkan bahaya persenjataan Iran yang oleh Barat diminta supaya berada dalam pengawasan negara-negara besar.

Menurut mereka, jalur darat ini akan membuat Iran leluasa mengirim persenjataan dan sistem militer melalui rute Irak ke Suriah kemudian ke Hizbullah di Lebanon dan bahkan ke Jalur Gaza. (mm/ shasha/arab48/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL