kapal-perang-asSanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Yaman derakan Ansarullah (Houthi) dan sekutunya, mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, mengecam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap posisi pasukan Ansarullah  di provinsi Hudaidah, Kamis (13/10/2016).

Pemimpin Ansarullah, Abdul Malik al-Hothi, menyatakan AS sengaja ingin melancarkan agresi di provinsi Hudaydah untuk menambahk tekanan dan penganiayaan terhadap bangsa Yaman. Karena itu dia meminta tentara dan komite-komite rakyat untuk waspada dan bersiaga menghadapi agresi AS.

Dia menegaskan bahwa bagaimanapun juga bangsa Yaman akan tetap berjuang dan pantang menyerah kepada agresor.

Kamis dini hari sebelumnya, kapal perang AS USS Nitze di Laut Merah menggempur situs radar  pasukan Ansarullah dengan menggunakan rudal Tomahawk di kawasan yang dikuasai Ansarullah setelah Presiden AS Barack Obama menyutujui rekomendasi Menhan Ashton B. Carter dan Kepala Staf Gabungan Mayjen AL Joseph F. Dunford.

AS menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan terhadap dua peristiwa penembakan rudal terhadap dua kapal perang AS di perairan dekat pantai Yaman.  Dua kasus penembakan itu sendiri dilaporkan gagal karena rudal yang diluncurkan ternyata jatuh ke laut sebelum mencapai kapal perang AS.

Partai Kongres Nasional Yaman pimpinan mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh membantah serangan rudal terhadap kapal perang AS dilakukan oleh para pejuang Yaman. Partai yang bersekutu dengan Ansarullah ini menyatakan bahwa Saudi sengaja mendatangkan para petempur al-Qaeda dan ISIS dari Suriah untuk menyerang kapal-kapal di kawasan pantai Yaman agar tuduhan kemudian mengarah kepada pasukan komite rakyat yang terdiri atas milisi Houthi dan pasukan pendukung Saleh.

“AS sebenarnya sudah mengetahui dari kanal diplomatik dan kanal khusus tibanya sejumlah anggota al-Qaeda dan ISIS di bandar udara dan pelabuhan laut Aden dengan berbagai kedok untuk melancarkan aksi-aksi teror agar kemudian tuduhan mengarah kepada pasukan yang melawan agresi zalim Saudi,” bunyi statemen partai tersebut.

Senada dengan ini, juru bicara militer Yaman Brigjen Sharaf Luqman menyatakan pasukan militer Yaman dan pasukan komite rakyat siap bekerjasama sepenuhnya dengan lembaga internasional manapun untuk menyelidiki kasus perudalan dua kapal perusak AS di kawasan pantai Yaman di Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah.

Di pihak lain, AS menyatakan siap melancarkan serangan baru terhadap pasukan Ansarullah jika kapal AS kembali mendapat serangan.

“Mereka harus berhenti, dan kami tidak akan ragu untuk melancarkan serangan baru,” ungkap seorang pejabat Pentagon. (mm/al-masirah/reuters/dpa/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL