bendera mesir dan suriahKairo, LiputanIslam.com – Berbagai sumber menyatakan bahwa kepala biro keamanan nasional Suriah, Ali Mamlouk, bulan lalu diam-diam berkunjung ke Mesir dan mengadakan pertemuan dengan presiden dan para pejabat keamanan Mesir. Dalam pertemuan ini kedua pihak menegaskan urgensi penumpasan terorisme melalui kerjasama keamanan.

Dikabarkan bahwa kunjungan Ali Mamlouk ke Mesir dilakukan setelah dia juga diam-diam berkunjung ke Arab Saudi dan mengadakan pertemuan dengan para petinggi Riyadh.

Koran al-Akhbar terbitan Lebanon mengupas masalah ini dan menyebutkan bahwa pasca kesepakatan nuklir Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman yang tergabung dalam kelompok P5+1, banyak terjadi perubahan dalam percaturan konflik Suriah, antara lain melunaknya nada statemen Eropa terkait krisis Suriah, diterimanya posisi Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam segala solusi politik bagi krisis ini setelah sekian tahun selalu ditolak mentah-mentah, berubahnya sikap Rusia dan pengiriman senjata negara ini ke Suriah secara blak-blakan dengan dalih demi memerangi terorisme, dan pengakuan Menteri Luar Negeri Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir, bahwa Raja Salman dari Saudi gagal mengubah sikap Presiden Amerika Serikat Barack Obama terkait krisis Suriah.

Seiring dengan perkembangan ini, beberapa negara Arab mulai tertarik untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Suriah yang bersekutu dengan Iran tersebut. Setelah Tunisia mulai membuka hubungan diplomatik dengan Suriah, Mesir menyusul untuk melakukan tindakan yang sama.

Dalam konteks ini, Ali Mamlouk Agustus lalu diam-diam berkunjung ke Kairo menemui beberapa petinggi militer serta dinas intelijen dan keamanan Mesir. Kedatangannya ke ibu kota Mesir juga disambut baik oleh Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

Beberapa sumber menilai kunjungan Mamlouk sukses dan kedua pihak sama-sama puas terhadap hasil kunjungan ini, termasuk menyangkut kerjasama keamanan bilateral untuk perang melawan terorisme.

Dengan demikian, pasca perjanjian nuklir Iran, pemerintah Suriah yang semula hendak dijadikan mangsa teroris oleh negara-negara Barat dan sekutunya di Timur Tengah, kini mulai dipandang sebagai bagian dari kunci penumpasan terorisme di kawasan yang kaya sumber daya alam namun juga paling rawan konflik di muka bumi ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL