tawanan perempuan isisArbil, LiputanIslam.com – Juru bicara Partai Demokrasi Kurdistan (KDP) Saeed Mamouzini menyatakan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengeksekusi 250 perempuan di kota Mosul karena menolak dijadikan budak seks oleh ISIS. Selain itu, ISIS juga telah mengeksekusi puluhan anggotanya dengan cara yang sangat sadis, yaitu dengan memasukkan mereka ke dalam lemari pendingin khusus mayat.

Seperti dikabarkan Daily Mail dan dikutip Press TV, Kamis (21/4), Mamouzini mengatakan bahwa ratusan korban perempuan itu tak mau menerima “perkawinan temporal” dengan para anggota ISIS di Mosul. Bahkan di antara mereka ada yang dibantai bersama keluarganya.

“Sedikitnya 250 perempuan sudah dieksekusi oleh Daesh (ISIS) di kota itu karena menolak praktik kejahatan perang tersebut, dan terkadang keluarga orang-orang perempuan itu juga dieksekusi karena menolak pinangan,” katanya.

Pejabat Kurdi lain, Ghayas Surchi, dari Partai Persatuan Kurditan (PUK), mengatakan bahwa orang-orang perempuan dilarang keluar sendiri di kota yang diduduki ISIS sejak 2014 tersebut, dan bahkan juga dilarang memilih pasangan sendiri.

Laporan lain menyebutkan bahwa ISIS belum lama ini juga telah mengeksekusi puluhan anggotanya yang desersi di kota Hit, provinsi Anbar, Irak barat, dengan cara menyekap mereka ke dalam lemari pendiringin mayat selama 24 jam.

“ISIS telah mengeksekusi 45 anggotanya yang kabur dari perang di kota Hit dengan cara membekukan mereka,” ungkap sebuah sumber kepada Shafagh News.

Dia menjelaskan bahwa puluhan anggota ISIS itu kabur dari perang melawan pasukan keamanan Irak di kota Hit, tapi kemudian ditangkap dan dikenai vonis mati oleh ISIS dengan cara kejam tersebut di kota Mosul. Tragisnya lagi, mayat mereka yang membeku setelah disimpan selama 24 jam dalam lemari pendingin dikeluarkan dan dipajang di depan gerbang daerah-daerah permukiman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL