Washington, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat tinggi pada pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa zona dan akurasi serangan yang menerjang kilang minyak besar Arab Saudi menunjukkan bahwa serangan tidak mungkin dilancarkan oleh Ansarullah (Houthi), melainkan datang dari arah barat laut dan bukan dari Yaman yang terletak di selatan.

Pejabat anonim itu, Ahad (15/9/2019), menyatakan bahwa hal itu membuktikan keterlibatan Iran dalam serangan drone tersebut.

“Tak ada keraguan bahwa Iran bertanggungjawabatas serangan ini. Meski ada upaya bantahan, namun perkaranya menunjukkan hal itu dan tak ada kemungkinan lain. Petunjuk yang ada menandakan bahwa Iran bertanggungjawab atas serangan ini,” ungkapnya kepada Reuters.

Baca: Soal Serangan Ansarullah ke Aramco, Para Pakar Meledek Tudingan Menlu AS terhadap Iran

Seperti diketahui, pada Sabtu dini hari lalu (14/9/2019), serangan hebat menerjang pabrik minyak besar Saudi di Buqaiq dan Khuraish. Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman mengaku bertanggungjawab atas serangan yang menimbulkan kebakaran besar itu, dan menyatakan bahwa serangan itu dilancarkan dengan menggunakan 10 unit pesawat nirawak.

Baca: Serangan Drone Ansarullah Lumpuhkan Separuh Volume Produksi Minyak Saudi

Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman menyatakan serangan itu telah melumpuhkan produksi minyak sebanyak 5.7 juta barel per hari atau lebih dari 50 persen volume produksi minyak negara ini. AS lantas menuding Iran berada di balik serangan ini, namun pemerintah Iran menepisnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*