pasukan isisWashington, LiputanIslam.com – Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) Selasa (27/2/2015) menyatakan bahwa sejumlah besar petempur asing anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dalam pertempuran di Kobane, dan pasukan koalisi internasional telah menghentikan gerak maju pasukan ISIS. Demikian dilaporkan Rai al-Youm.

Senin lalu (26/1/2015), petempur Kurdi Suriah yang tergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat (YPG) menyatakan “haram” bagi ISIS menjamah kota kecil namun strategis ini.

Menurut AS, petempur Kurdi dewasa ini menguasai sekitar 90 persen kota yang terletak di bagian utara Suriah di sisi perbatasan Turki tersebut.

“ISIS sekarang mulai menarik pasukannya dari kota itu,” ujar pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri AS kepada wartawan mengatakan,

Menurutnya, ISIS sudah mengirim pasukan asing terbaiknya ke Kobane namun dalam enam minggu terakhir ini banyak kerugian menimpa mereka dan menyebab barisan mereka pecah dan porak poranda. ISIS bahkan mengekskusi para anggota asingnya yang desersi dan menolak instruksi supaya bergerak ke Kobane.

Pejabat AS yang tak disebutkan namanya itu tidak menyebutkan angka korban, namun para pemantau mengatakan sebanyak 1800 orang tewas, 1200 diantaranya anggota ISIS, dalam pertempuran di Kobane. Menurut mereka, jumlah anggota ISIS yang tewas jauh lebih besar meskipun persenjataan mereka lebih canggih.

“Kami tidak mau mendalami soal jumlah korban, namun secara garis besar korban tewas di pihak ISIS terdiri atas empat digit,” katanya sembari menyebutkan bahwa banyak di antara mereka adalah warga negara asing, termasuk Australia, Belgia, Kanada dan Cechnya. Dia juga enggan menyebutkan secara persis jumlah mereka, dan hanya mengatakan bahwa jumlah “banyak sekali”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*