majelis umum pbbNewYork, LiputanIslam.com – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi usulan negara-negara Arab yang berisikan desakan terhadap Rezim Zionis Israel supaya bergabung dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Resolusi itu disetujui oleh 161 suara melawan 5 suara, sementara 18 negara lainnya abstein, pada Selasa kemarin (2/12). Amerika Serikat dan Kanada termasuk negara yang menentang resolusi ini.

Resolusi yang diusung oleh 18 negara Arab ini menyatakan prihatin secara mendalam terhadap kapabilitas nuklir Israel serta mendesak Tel Aviv agar bergabung dalam NPT untuk kemudian membiarkan fasilitas nuklirnya berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang bernaung di bawah PBB.

Israel sudah lama diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Dilaporkan bahwa negara ilegal Zionis itu memiliki sekitar 200 hingga 400 hulu ledak nuklir.

Karena itu Tel Aviv selalu menolak diperiksa oleh IAEA dan mengabaikan seruan internasional supaya menerima NPT.

Mantan ketua IAEA Hans Blix dalam wawancara dengan Press TV mengaku yakin bahwa Israel memiliki bom pemusnah massal nuklir. Dia juga mengatakan bahwa dukungan Washington-lah yang membuat Tel Aviv tak segan-segan menolak NPT dan sengaja menunjukkan kebijakan yang ambigu terkait program nuklirnya.

Laporan yang dirilis di Bulletin of the Atomic Scientists memastikan bahwa Israel memiliki sedikitnya 80 hulu ledak nuklir serta memiliki bahan yang cukup untuk membuat sebanyak 190 hulu ledak nuklir lagi.

Pakar proliferasi senjata nuklir Robert Norris dan Hans Kristensen dalam laporan itu memperkirakan bahwa Israel menghentikan produksi hulu ledak nuklir sejak 2004 “setelah meraih sekitar 80 amunisi”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL