NewYork, LiputanIslam.com –   Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui pengiriman tim pencari fakta (TPF) kejahatan perang di Yaman, Jumat (29/9/2017). Bersamaan dengan ini militer Yaman menyatakan pihaknya dapat menggempur pulau-pulau yang disewa Israel di Eritrea.

Kantor berita Turki, Anatolia, melaporkan bahwa Dewan HAM PBB menyetujui usulan yang diajukan oleh Kanada dan Belanda untuk menambahkan para penyelidik internasional pada komisi pemerintah untuk penyeledikan kejahatan perang di Yaman.

Sebelumnya, Arab Saudi mengancam Kanada dan Inggris dengan mengingatkan bahwa pengajuan usulan tersebut akan berdampak negatif pada hubungan Saudi dengan dua negara tersebut.

Tak kurang dari 67 lembaga swadaya masyarakat (LSM) regional, internasional, dan lokal Yaman sendiri mendesak Dewan HAM PBB melakukan penyelidikan independen mengenai pelanggaran HAM dan hukum humaniter di Yaman, dan usulan untuk ini kemudian diajukan oleh Kanada, Belanda, dan Cina.

(Baca: Saudi Ancam Kanada Dan Belanda Karena Usulkan Penyelidikan Perang Yaman)

Sementara itu, wakil juru bicara militer Yaman, Kolonel Aziz Rashid, menyatakan Angkatan Laut Yaman dapat merudal Pulau Dahlak dan Pulau Fatimah yang disewa Israel sebagai pangkalan militer di negara Eritrea.

Dia menjelaskan bahwa dua pangkalan Israel itu bisa menjadi sasaran rudal Yaman karena Israel terlibat dalam agresi militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Rashid mengutip pernyataan Pemimpin Ansarullah Abdel Malik Badreddin al-Houthi bahwa Yaman memroduksi rudal yang dapat menjangkau pelabuhan-pelabuhan Saudi dan menjangkau kawasan pantai Afrika di Laut Merah.

Dia menambahkan bahwa rudal-rudal Yaman di masa masa mendatang “akan dekat dengan pelabuhan-pelabuhan yang terletak di wilayah pendudukan Palestina.” (mm/fna/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL