Beirut, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin di Suriah untuk jangka waktu minimal sebulan. Seruan ini dinyatakan pada Selasa (6/2/2018) menyusul gencarnya serangan udara yang  dilaporkan telah menewaskan sejumlah orang di kawasan yang menjadi kubu terakhir kawanan teroris dan pemberontak utama di dekat Damaskus, ibu kota Suriah.

Sementara itu, pakar kejahatan perang PBB mengatakan bahwa mereka menyelidiki beberapa laporan mengenai bom yang diduga mengandung gas klorin di kota Saraqeb yang dikuasai pemberontak di provinsi Idlib dan Duma di Ghouta Timur, provinsi Damaskus.

Pemerintah Suriah membantah menggunakan senjata kimia.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) mengatakan bahwa pemboman di Ghouta Timur telah menewaskan 63 orang, Selasa, sementara pejabat setempat, Khalil Aybour, mencatat 53 orang. SOHR juga melaporkan serangan udara Senin lalu menewaskan 30 orang di Ghouta Timur.

Menurut lembaga ini, serangan udara juga menewaskan sedikitnya enam orang di Idlib, lima di antaranya di desa Tarmala.

Pejabat PBB di Suriah menyerukan kontinyuitas pengiriman bantuan dan evakuasi orang yang sakit dan luka-luka, dan mencantumkan tujuh area yang menjadi perhatian,  termasuk wilayah Afrin di Suriah utara  yang dikuasai Kurdi dan menjadi sasaran serangan Turki.

“Selama dua bulan terakhir kami belum memiliki satu konvoi (pengiriman bantuan). Ini benar-benar keterlaluan, “kata Panos Moumtzis, asisten Sekjen PBB dan koordinator kemanusiaan untuk krisis Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad, dibantu oleh milisi yang didukung Iran dan angkatan udara Rusia, sedang melancarkan operasi militer terhadap para teroris dan pemberontak di Suriah barat. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*