isis eksekusi di sinjarBaghdad, LiputanIslam.com – Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikolai Mladenov menyatakan sebanyak 2,790 orang tewas dan cidera, sementara 600,000 penduduk mengungsi akibat teror dan kekerasan yang terjadi sepanjang Agustus 2014.

“Sesuai data yang telah dirilis hari ini oleh Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI), sedikitnya 1,420 orang tewas dan 1,370 lainnya cidera akibat teror dan kekerasan yang terjadi pada bulan Agustus,” ungkap Mladenov, Senin (1/9), sebagaimana dikutip Alalam.

Mengenai korban sipil, secara lebih rinci dia menjelaskan bahwa jumlah korban tewas di 1,265 orang, 77 di antaranya polisi sipil, dan korban cidera 1,198 orang, 105 di antaranya polisi sipil, sedangkan dari kalangan militer korban tewas 155 orang dan korban cidera 172 orang, tidak termasuk korban dalam operasi Anbar.

Mengenai pengungsi, Mladenov mengatakan, “Untuk bulan Agustus saja PBB memperkirakan sebanyak 600,000 orang telah meninggalkan kampung halaman mereka. Di saat yang sama, kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok-kelompok bersenjata lain yang berafiliasi dengannya telah menyasar dan membunuh ribuan orang hanya karena faktor suku dan agama korban.”

Dia menambahkan, “Di tengah kondisi yang serba sulit pemerintah Irak maupun pemerintah semi otonomi Kurdistan Irak serta masyarakat internasional terus menempuh langkah-langkah urgen untuk mengurangi penderitaan para korban yang mengungsi menghindari kekerasan dan untuk menjamin kembalinya mereka ke kampung halaman dengan selamat dan terhormat.”

Mengenai para korban di provinsi Anbar, Irak barat, dia mengatakan, “Berdasarkan data-data yang di dapat UNAMI dari administrasi kesehatan Anbar, jumlah total korban tewas dari kalangan spil di sana hingga 31 Agustus sebanyak 268 orang, dan korban luka 796 orang.Selain itu, sebanyak 53 orang lain tewas dan 360 cidera di kota Ramadi, dan 215 orang tewas dan 436 orang lainnya cidera di kota Fallujah.”

Kondisi keamanan Irak genting sejak 10 Juni 2014 akibat serangan ISIS di Irak bagian utara. Hingga kini tentara dan aparat keamanan Irak terus berjuang menumpas ISIS di berbagai kawasan yang mereka kuasai di provinsi Nineveh dan Salahuddin serta melanjutkan operasi di provinsi Anbar. Kondisi ini tak urung menyebabkan ratusan ribu penduduk terpaksa mengungsi ke kawasan yang lebih aman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL