navi_pillay2Genewa, LiputanIslam.com – Komisaris Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Navi Pillay, menyatakan risau atas beredarnya isu pemerkosaan di Irak. Karena itu lembaga ini meminta pemerintah Irak menyediakan anggaran untuk memberikan bantuan kemanusiaan secepatnya kepada kaum perempuan yang mengungsi dari kota Mosul.

Komisaris ini juga meminta PBB dan badan-badan internasional lain supaya memberikan bantuan segera dan mendirikan tenda-tenda yang aman bagi kaum perempuan tersebut. Selain itu, lembaga HAM ini juga mengimbau semua kalangan supaya tidak mengangkat isu-isu kaum perempuan di media, terutama menyangkut kekerasan terhadap mereka.

Menurut laporan al-Sumaria, dalam press rilis yang diterima oleh lembaga pemberitaan ini Pillay mengaku pihaknya “terus memantau dengan penuh rasa cemas buruknya kondisi kemanusiaan yang menimpa kaum perempuan di provinsi Ninawa akibat aksi teror yang telah menyebabkan ribuan kaum perempuan terpaksa mengungsi ke berbagai wilayah Irak.” Dia mengatakan, “Mereka sekarang membutuhkan bantuan kemanusia yang sangat mendesak berupa sanitasi, tenda, bahan makanan, obat-obatan dan berbagai kebutuhan khusus.”

Dia juga mengaku sangat prihatin atas beredarnya isu-isu pemerkosaan terhadap kaum perempuan di provinsi Ninawa oleh kelompok-kelompok teroris. Karena itu dia terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk para anggota perwakilan rakyat daerah Ninawa serta masyarakat di daerah-daerah diisukan menjadi tempat terjadinya kejahatan tersebut.

“Berita-berita yang ada simpang siur, ada yang menepis dan pula yang membenarkan adanya kejahatan itu,” ungkap Pillay sembari menyatakan bahwa pihaknya akan segera memberikan laporan detail mengenai kondisi kaum perempuan dan anak kecil yang mengungsi serta penduduk yang masih terjebak di berbagai lokasi konflik.

“Atas dasar ini,” lanjut Pillay, “Komisaris Tinggi HAM PBB mendesak pemerintah Irak menyediakan anggaran bantuan kemanusiaan secepatnya kepada para pengungsi, sekaligus meminta PBB dengan semua perwakilan khususnya sepaya segera mengirim bantuan secepatnya kepada kaum perempuan yang mengungsi.”

Kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Lembaga Bulan Sabit Merah Irak serta Palang Merah Internasional, Komisaris Tinggi HAM PBB mendesak supaya segera mendirikan tenda-tenda yang aman bagi kaum perempuan serta menyediakan semua kebutuhan pokok mereka. Komisaris ini juga meminta Departemen Kesehatan Irak dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyalurkan bantuan kesehatan dan obat-obatan kepada para pengungsi wanita. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL