tiga tokoh yamanNewYork, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan perundingan untuk mengatasi kemelut Yaman diperkirakan akan dimulai di Jenewa, Swiss, hari ini Senin (15/6).

“PBB menggunakan kesempatan ini untuk menarik para aktor politik Yaman agar berpartisipasi dalam perundingan ini dengan itikad baik, tanpa pra-kondisi, serta dalam iklim kepercayaan dan saling menghormati,” kata utusan perdamaian PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, seperti dilansir AFP, Minggu (14/6).

Dia menambahkan bahwa “perundingan inklusif awal” akan melibatkan pemerintah pengasingan, milisi Houthi, Kongres Umum Rakyat pimpinan mantan presiden Ali Abdullah Saleh dan kelompok-kelompok Yaman lain.

Senada dengan ini, juru bicara PBB Ahmad Fawzi mengatakan kepada wartawan bahwa delegasi pihak pemerintah pengasingan dan pihak Houthi diperkirakan tiba di Swiss Minggu malam.

Dia menambahkan bahwa masing-masing delegasi akan memulai dengan apa yang disebut pembicaraan kedekatan di dua ruang terpisah dengan harapan mereka dapat dibawa bersama-sama, dan  akan ada perundingan yang sangat intensif siang dan malam.

Sementara itu, situasi di Yaman sendiri terus berada dalam kobaran perang. Pasukan komite-komite revolusi Yaman yang terafiliasi dengan Houthi di laporkan telah menguasai al-Hazm, ibu kota provinsi al-Jawf, di dekat perbatasan Yaman dengan Arab Saudi setelah terlibat pertempuran dengan kelompok teroris al-Qaeda dan kelompok-kelompok bersenjata lain.

Sumber militer Yaman mengatakan kelompok-kelompok teroris menderita banyak kerugian materi maupun jiwa, dan banyak senjata mereka berhasil direbut oleh pasukan komite revolusi.

Dalam beberapa hari terakhir tentara Yaman dan komite revolusi melancarkan operasi pembersihan al-Jawf dari keberadaan al-Qaeda dan kelompok-kelompok bersenjata lain, dan kini provinsi al-Jawf sudah kembali tenang.

Di pihak lain, jet tempur Arab Saudi dan sekutunya terus menebar bom, kematian dan kehancuran di beberapa kota Yaman. Sumber-sumber lokal menyebutkan dua anak kecil terbunuh dan enam lainnya luka-luka akibat serangan udara pasukan koalisi Arab yang menerjang wilayah Hamdan di Sanaa, ibu kita Yaman.

Seperti diketahui, sejak 6 Maret lalu Yaman menjadi sasaran serangan udara Saudi dan sekutunya dengan dalih membela pemerintahan pengasingan Yaman yang bersekutu dengan mereka. Misi mereka ialah menumpas milisi  Houthi, namun sampai sekarang tak  ada tanda-tanda bahwa kelompok penggerak revolusi Yaman itu melemah akibat serangan sekutu. Serangan Saudi dan sekutunya hanya menampilkan kehancuran fasilitas infrastruktur Yaman, jatuhnya ribuan korban jiwa dan luka serta pengungsian dan kehancuran banyak peninggalan purbakala. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL