Baghdad, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan ada dugaan penggunaan senjata kimia dalam perang Mosul, Irak utara, dan mengingatkan bahwa jika dugaan ini terbukti benar maka ini merupakan pelanggaran dan kejahatan perang. Bersamaan dengan ini, relawan Irak mengaku menemukan gudang berisi bahan kimia.

“Ini mengerikan. Jika dugaan penggunaan senjata kimia ini terbukti maka ini merupakan pelanggaran serius terhadap undang-undang kemanusiaan internasional dan merupakan satu satu kejahatan perang, terlepas dari siapa target atau korban serangannya,” ungkap Koordinator Kemanusiaan PBB di Irak, Lise Grande, Sabtu (4/3/2017).

Pernyataan ini dikemukakan sehari setelah adanya laporan mengenai penggunaan senjata kimia dalam perang pembebasan Mosul barat yang kini menjadi basis terakhir kelompok teroris ISIS di Irak.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) Jumat lalu menyatakan lima anak kecil dan dua orang perempuan telah menjalani perawatan karena menderita gejala terpapar zat kimia di rumah sakit dekat Mosul.

Lembaga ini tidak menyebutkan pihak mana yang diduga menggunakan senjata kimia yang menyebabkan gejala berupa lecet, kemerahan di mata, iritasi, muntah dan batuk tersebut.

Lise Grande menyerukan penyelidikan atas kasus ini.

Seperti diketahui, pasukan Irak melancarkan serangan masif untuk menumpas kelompok teroris ISIS di Mosul barat sejak 19 Februari lalu, atau sekira satu bulan setelah pasukan Irak berhasil membebaskan Mosul timur.

Sementara itu, pasukan relawan Irak menyatakan pihaknya berhasil menemukan gudang besar yang menyimpan sekira 100 ton bahan kimia milik ISIS di kawasan Gukjali, Mosul timur.

Beberapa sumber menduga ISIS menggunakan senjata kimia karena pasukannya sudah sangat terdesak dan berantakan. (mm/reuters/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL