NewYork, LiputanIslam.com –  Juru bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa (18/4/2017), menyatakan pihaknya memantau secara cermat perkembangan kondisi 1,300 tahanan Palestina yang mengadakan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel.

“Kami jelas menyadari situasi dan mengikuti perkembangan dari dekat,” ungkapnya.

Dujarric menyatakan demikian sementara organisasi terbesar di dunia ini tidak melakukan tindakan berarti untuk menekan Rezim Zionis Israel terkait dengan kekejamannya terhadap para tahanan Palestina.

Menyinggung aksi unjuk warga Palestina rasa di Tepi Barat untuk menyatakan solidaritas mereka kepada tahanan Palestina, Dujarric menyerukan kepada segenap pihak terkait agar “menahan diri secara maksimal.”

(Baca: Ribuan Tahanan Palestina Lancarkan Aksi Mogok, OKI Angkat Bicara)

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan bersumpah bahwa otoritas Israel tidak akan bernegosiasi dengan para tahanan Palestina. Dia juga mengatakan tokoh tahanan Palestina Marwan Barghouti telah dipindah ke sel isolasi di penjara lain.

Dujarric mengatakan, “Sebagai persoalan prinsipal, di manapun berada, kami selalu menyerukan tahanan harus diperlakukan dengan cara yang manusiawi.”

Ribuan tahanan Palestina tersebut mengadakan aksi mogok makan tanpa batas waktu sejak Senin pagi (17/4/2017). Mereka menuntut Israel agar mengindahkan kondisi kesehatan mereka, memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan membiarkan keluarga membesuk mereka.

Otoritas Israel telah memindah enam tokoh penyelenggara aksi dari penjara Hadarim ke penjara Jalame dan meletakkan mereka di sel isolasi.

Aksi mogok ini mengundang perhatian dunia dan memancing kecaman khalayak internasional terhadap ketidak pedulian Israel terhadap tuntutan para tahanan Palestina.

Dewan Keamanan PBB Kamis mendatang agar membahas upaya damai Palestina-Israel. (mm/irna/un)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL