Wakil Sekjen PBB Urusan Politik, Jeffrey Feltman

NewYork, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pemerintah Iran konsisten kepada prinsip-prinsip yang tertuang dalam perjanjian nuklir yang diteken Teheran satu tahun silam dengan enam negara besar dunia, yaitu lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, Cina) dan Jerman.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Politik Jeffrey Feltman dalam laporannya kepada Dewan Keamanan PBB, Rabu (18/1/2017), mengenai resolusi 2231 yang mendukung perjanjian nuklir Iran yang dinamai JCPOA (The Joint Comprehensive Plan of Action) tersebut. Karena itu dia menyerukan kepada komunitas internasional agar terus mendukung dan berkontribusi untuk implementasi JCPOA.

“(PBB) belum menerima laporan apapun, juga tidak mengetahui adanya informasi sumber terbuka mengenai adanya pasokan, penjualan atau pengiriman ke Iran barang terkait nuklir yang dilakukan secara bertentangan dengan ketentuan resolusi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa PBB juga tidak mendapat informasi apapun bahwa Iran melakukan aktivitas terkait dengan rudal balistik yang menyalahi resolusi, dan perjanjian ini menjadi “contoh yang baik” kekuatan diplomatik dalam penyelesaian “persoalan-persoalan yang sangat rumit”.

Perjanjian itu dijalin pada 14 Juli 2015, dan diumumkan implementasinya pada 16 Januari 2016 dengan mencabut sanksi internasional terhadap Iran, dan kesediaan Iran membatasi program nuklirnya dengan pengawasan Batan Energi Atom Internasional (IAEA). (mm/unewscentre/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL