bendera yamanGenewa, LiputanIslam.com –  Utusan Khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmad menyatakan gencatan senjata di Yaman secara garis besar masih solid, dan menyeru semua kelompok yang bertikai supaya menghormati perjanjian gencatan senjata ini.

“Gencatan senjata rawan, tapi secara umum masih solid,” katanya, Jumat (21/10/2016).

Dia menambahkan, “Semua pihak yang bertikai hendaknya menahan diri, mencegah tensi ketegangan dan konsisten sepenuhnya kepada gencatan senjata selama 72 jam.”

Dia juga meminta semua pihak yang terlibat konflik agar menjalankan kewajiban menyampaikan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan apapaun.

Beberapa saksi mata Jumat kemarin mengatakan bahwa pasukan koalisi pimpinan Arab Sadui sempat melancarkan serangan udara Kamis petang lalu terhadap milisi Ansarullah (Houthi) dengan alasan bahwa milisi ini telah melanggar gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB.

Gencatan senjata itu diterapkan sejak Rabu pukul 23, 59 waktu setempat atau 20,59 GMT, dan membangkitkan sedikit harapan pada kemungkinan teratasinya krisis Yaman yang telah menjatuhkan lebih dari 6,900 korban tewas, 35,000 korban luka, serta menyebabkan lebih dari tiga juta orang mengungsi dalam kurun waktu 18 bulan. (mm/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL