Geneva, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kondisi di kota Raqqa di bagian timur laut Suriah sebagai yang terburuk di negara ini. Hal ini diungkap PBB, Kamis (17/8/2017), berkenaan dengan banyaknya warga sipil yang tewas akibat serangan udara pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap kelompok teroris ISIS di kota Raqqa, Suriah.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) sebelumnya melaporkan bahwa 59 warga sipil, termasuk 21 anak kecil, tewas akibat serangan udara di Raqqa sejak Senin lalu.

“Tempat terburuk yang mungkin ada sekarang di Suriah adalah bagian dari Raqqa yang masih dikuasai oleh Negara Islam (IS/ISIS) tersebut,” kata penasehat kemanusiaan PBB untuk Suriah, Jan Egeland, kepada wartawan di Jenewa.

PBB memperkirakan sebanyak 25.000 warga sipil yang terjebak di dalam Raqqa

“Mereka dikelilingi oleh pejuang SDF (Pasukan Demokrasi Suriah), dan mereka digunakan sebagai tameng manusia oleh Negara Islam,” lanjut Egeland sembari menyebutkan adanya “serangan udara konstan” oleh pasukan koalisi internasional.

Dia mengatakan bahwa pihaknya mendesak SDF yang didukung oleh koalisi internasional agar memungkinkan pelarian penduduk sebanyak mungkin dari lokasi pertempuran.

SDF sendiri terlibat pertempuran hebat melawan ISIS di Kota Tua Raqqa pada Kamis (17/8/2017).

Dilaporkan bahwa sejak 2014 sampai sekarang sebanyak 424 warga sipil terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi internasional di Raqqa yang menjadi markas ISIS di Suriah.

Egeland menyatakan bahwa situasi di sana sangat buruk terutama bagi kaum wanita dan anak-anak kecil. (mm/firstpost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL