yarmouk suriahDamaskus., LiputanIslam.com – Lembaga Pertolongan dan Kerja PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Senin (18/5) menyatakan sebanyak 18,000 pengungsi Palestina dan warga Suriah di kamp Yarmouk di selatan Damaskus, ibu kota Suriah, berada dalam kondisi terisolir sehingga jiwa dan keselamatan mereka terancam bahaya akibat berlanjutnya kekerasan.

“Kerentanan warga sipil di Yarmouk masih berada di tingkat keparahan yang tertinggi,” ungkap juru bicara UNRWA Christopher Gunness, sebagaimana dilansir laman UN News Centre, Senin (18/5)

Dia menambahkan, “Tanpa akses, sebagian besar kebutuhan dasar kemanusiaan 18.000 warga sipil Palestina dan Suriah, termasuk 3,500 anak kecil, masih tak kunjung terpenuhi.”

Menyinggung banyaknya kasus malnutrisi di tengah warga sipil tersebut, Gunness mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha keras untuk mengatasi masalah ini namun sampai sekarang hanya  dapat menangani 315 pasien. Karena itu dia menekankan urgensi penyaluran bantuan kesehatan secara memadai karena banyak warga berada dalam kondisi kritis.

“Kita tidak bisa terus meninggalkan komunitas yang terkepung ini tanpa dukungan yang menyelamatkan jiwa…  Operasi yang sedang dilangsungkan UNRWA untuk daerah sekitar Yarmouk merupakan demonstrasi kontinyuitas komitmen PBB, baik UNRWA maupun mitra, untuk memberikan bantuan penting bagi semua warga sipil yang terkena dampak krisis di Yarmouk,” tuturnya.

UNRWA mengharap suntikan dana langsung sebesar $ 30 juta dengan mengimbau negara-negara pendonor supaya meningkatkan dukungan melalui Panggilan untuk Dana (Call for Funds). Lembaga ini baru menerima hanya 21 persen dari dana yang dibutuhkan untuk tahun 2015. Minimnya dana intervensi kemanusiaan di Suriah ini praktis menggerogoti  kapasitas UNRWA mempertahankan intervensi daruratnya bagi penyelamatan warga terdampak kekerasan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL