Washington, LiputanIslam.com –  Utusan khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed, Jumat (31/3/2017), mengingatkan resiko besar operasi militer di dalam atau sekitar pelabuhan Hudaydah, Yaman, mengingat lebih dari 70% impor bahan pangan dan bantuan kemanusiaan lainnya tersalur melalui pelabuhan ini.

Berbicara pada panel Middle East Institute, Washington, Amerika Serikat, dia mengaku sangat prihatin terhadap rencana pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi militer di pelabuhan ini dalam waktu dekat.

Sebelumnya, lembaga Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP)  juga mengingatkan bahwa provinsi Taiz dan Hudaydah di Yaman sedang menghadapi resiko kelaparan jika warga di sana tidak mendapatkan bantuan tambahan.

Lembaga International Rescue Committee (IRC) juga mengingatkan bahaya yang sama dengan menyatakan bahwa pelabuhan ini akan berhenti beroperasi jika mendapat serangan militer.

Sementara itu, Kemhan Yaman pada pemerintahan koalisi Ansarullah-Saleh Kamis malam lalu menyatakan lebih dari 100 tentara Saudi dan pasukan Yaman loyalis Abd Rabbuh Mansour Hadi tewas terkena serangan rudal dan mortir tentara Yaman dan pasukan Ansarullah (Houthi).

Hari itu tentara Yaman melesatkan rudal Zilzal 1 dan Zilzal 2 ke arah pangkalan militer Saudi dan pasukan loyalis Hadi di Jawf, Yaman.

Selasa lalu tentara Yaman juga meluncurkan tiga rudal balistik Qaher M-2 secara bersamaan ke arah pangkalan militer King Khalid, dekat kota Khamis Mushait di bagian barat daya Arab Saudi. (mm/reuters/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL