pbb staffan de misturaJenewa, LiputanIslam.com – Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyatakan gencatan senjata di Suriah rawan kandas, dan karena itu diperlukan pertemuan-pertemuan tingkat tinggi secepatnya oleh negara-negara yang berpengaruh di Suriah demi menunjang upaya perdamaian di negara ini.

“Gencatan senjata di Suriah sampai sekarang masih diterapkan di suriah, tapi jika kita tidak melakukan tindakan secepatnya maka gencatan senjata ini akan mengalami problema besar,” katanya di Jenewa, Swiss, Jumat (22/4), seperti dilansir AFP.

Gencatan senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak negara ini diterapkan sejak akhir Februari lalu, tapi dalam beberapa pekan terakhir sering terjadi kontak senjata, terutama di kawasan sekitar kota Aleppo.

Selain itu, beberapa kelompok pemberontak yang didukung Arab Saudi, termasuk Kelompok Tinggi Perundingan, pekan ini menangguhkan partisipasinya dalam perundingan damai yang digelar di kantor PBB di Jenewa.

Namun demikian, de Mistura mengaku pihaknya telah mengadakan “pertemuan-pertemuan konstruktif” di level teknis dengan para anggota Komite Tinggi Perundingan di hotel tempat mereka menginap di Jenewa.

“Hingga Rabu mendatang kami harus terus mempelajari berbagai persoalan yang dibahas,” katanya.

Dia menyerukan kepada masyarakat dunia supaya bersatu menyokong gencatan senjata dan proses perdamaian yang hingga kini masih berjalan alot di suriah. Dalam rangka ini dia meminta penyelenggarakan pertemuan Kelompok Internasional Pendukung Suriah (International Syria Support Group/ISSG).

Kelompok yang belum lama dibentuk ini melibatkan 17 negara dan dipimpin oleh Rusia dan Amerika Serikat dengan tugas menengahi persiteruan di Suriah.

“Mengingat tingginya tingkat kerawanan, kita tentu memerlukan pertemuan tingkat menteri luar negeri ISSG,” ungkap de Mistura.

Sebelumnya, wakil tetap Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari, yang juga menjadi ketua delegasi pemerintah Suriah dalam perundingan Jenewa mengatakan bahwa perundingan Suriah-Suriah dapat dilakukan dengan pihak-pihak pemberontak lainnya tanpa melibatkan “delegasi Riyadh”. Hal ini dia katakan terkait dengan pernyataan kelompok-kelompok oposisi dukungan Saudi untuk menangguhkan partisipasinya dalam perundingan Jenewa.

Jaafari menilai alasan pihak yang didukung Saudi itu tidak memuaskan dan mereka memang bermaksud mengandaskan perundingan. Menurutnya, masih ada kelompok-kelompok oposisi lain yang berbeda dengan mereka sehingga perundingan tetap dapat dilanjutkan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL