korban serangan saudi ke yamanJenewa, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa selama dua minggu terakhir sebanyak 95 warga sipil tewas di Taiz di barat daya Yaman akibat serangan udara Arab Saudi serta minimnya layanan kesehatan dan merebaknya penyakit demam berdarah.

Menurut laporan Reuters, Rabu (2/9), juru bicara HAM PBB Cecile Pouilly menyatakan sebagian besar korban, yaitu 53 orang, adalah warga yang terbunuh akibat serangan udara Saudi terhadap kota ketiga terbesar di Yaman tersebut pada 21 Agustus lalu yang juga menghantam 20 rumah, sedangkan sisanya adalah warga yang tewas terkena serangan pasukan yang diduga terafiliasi dengan Ansarullah (Houthi).

“Kami mencemaskan peningkatan tajam jumlah korban sipil di Taiz dalam beberapa pekan terakhir,” kata Pouilly.

Dia juga mengaku prihatian karena layanan kesehatan di kota ini macet, dan sebanyak enam rumah sakit umum tidak dapat beroperasi lagi akibat pertempuran, sementara serangan Saudi terhadap pelabuhan Hudaidah yang menjadi pintu masuk suplai bantuan juga praktis menyulitkan upaya penyaluran bantuan kepada para korban perang.

Laporan lain dari AFP menyebutkan dua pekerja Komite Palang Merah Internasional tewas diserang kawanan bersenjata tak dikenal di Sanaa, ibu kota Yaman, Rabu kemarin.

Sementara itu, Alalam memberitakan keterangan sumber militer Yaman bahwa tentara negara ini bersama pasukan komite-komite rakyat berhasil meraih kemajuan besar di kawasan al-Dhabab dan Kalabah di kota Taiz dalam perang melawan pasukan al-Qaeda dan “pasukan bayaran Saudi”.

Menurutnya, satu komandan lawan bernama Abduh Muhammad Dabwan alias al-Dabwani tewas dalam pertempuran akibat ledakan roket RPG yang ditembakkan oleh pasukan rakyat Yaman. Selain al-Dabwani, beberapa kawanan bersenjata juga tewas, sementara rekan-rekan mereka yang lain kabur dalam pertempuran yang berlangsung sengit di jalan al-Kamb yang terletak tak jauh dari istana kepresidenan, meskipun mereka didukung serangan udara Saudi.

Alalam juga melaporkan tujuh pasukan pendukung presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, tewas dan puluhan lainnya luka-luka terkena serangan udara Saudi sendiri di Jabal Mas, distrik Jad’an, provinsi Ma’arib.

Kejadian ini menimbulkan perpecahan dan kondisi saling tuding di tubuh milisi pro-Saudi. Pihak loyalis Hadi menuding Partai al-Islah telah memberikan kordinat kepada pasukan udara Saudi supaya menyerang posisi-posisi loyalis Hadi dengan tujuan menjauhkan mereka dari tekanan terhadap partai tersebut di Ma’arib.

Serangan Saudi terhadap sebagian milisi pendukungnya sendiri juga pernah terjadi beberapa kali di Abyan dan Lahij.
Di bagian lain, kelompok teroris takfiri ISIS menyatakan bertanggungjawab atas peledakan dua bom di Masjid al-Moayyad, Sanaa, yang menjatuhkan 20 korban tewas dan 50 korban luka.

Bom pertama meledak pada Rabu petang saat azan Maghrib berkumandang, sedangkan bom kedua meledak beberapa saat kemudian ketika tim penyelamat mengevakuasi para korban. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL