Jenewa, LiputanIslam.com –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya secara mendalam atas eskalasi kekerasan di Yaman, dan mengingatkan bahwa memburuknya situasi telah membuat sekira 85.000 orang terpaksa pergi meninggalkan kampung halaman mereka dalam 10 minggu terakhir.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jumat (9/2/2018), menjelaskan lebih dari 70 persen orang yang mengungsi sejak Desember 2017 berhasil lolos dari area pertempuran milisi  Ansarullah (Houthi)di satu pihak dan milisi dukungan Arab Saudi, yaitu loyalis presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, di provinsi pesisir barat Hudaydah dan Taiz.

UNHCR mengingatkan bahwa warga yang kehilangan tempat tinggal dan terperangkap di dekat kawasan  pertempuran di kedua provinsi tersebut berada dalam kondisi mengenaskan.

“Mereka yang mengungsi di provinsi Hudaydah dan Taiz sebagian besar masih ditampung oleh saudara atau teman, terjebak di dalam rumah atau di gua, sementara bentrokan darat, pemboman udara, dan kemarahan penembak jitu ada di sekitar mereka,” ungkap jubir UNHCR Cecile Pouilly kepada wartawan di Jenewa, Swiss.

Dia mencatat bahwa PBB menyaksikan peningkatan pengungsian baru dari daerah-daerah lain di Yaman, termasuk provinsi utara al-Jawf dan Hajjah, serta provinsi Shabwa timur yang kaya minyak.

“Kebutuhan utama masyarakat pengungsi dan penduduk yang terkena dampak konflik terus mendapat akses ke tempat tinggal, kesehatan, makanan dan air dan sanitasi,” kata Pouilly.

Dia mengingatkan bahwa Yaman “mengalami lonjakan kebutuhan akibat konflik yang sedang berlangsung, ekonomi yang ambruk dan berkurangnya layanan sosial dan mata pencaharian.”

PBB bulan lalu menyerukan penyediaan dana sebesar hampir  3 miliar USD untuk mengatasi kelaparan yang akan terjadi serta wabah kolera dan difteri di Yaman tahun ini.

Sedikitnya 13.600 orang terbunuh dan sebagian besar infrastruktur, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik di Yaman hancur sejak Arab Saudi dan sekutunya memulai serangan udara ke Yaman pada tahun 2015.

Memburuknya kondisi akibat serangan Saudi dan sekutunya juga telah memicu epidemi kolera yang mematikan di Yaman.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat wabah kolera telah membunuh 2.167 orang sejak akhir April 2017, sementara  jumlah orang yang terduga terinfeksi mencapai 841.906 orang. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*