bendera yamanSanaa, LiputanIslam.com – Pasukan gabungan Yaman, Sabtu (9/1) berhasil merebut kawasan al-Hana di al-Waza’iyah, timur Taiz, setelah menimpakan kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar pada pasukan koalisi. Demikian dilaporkan Alalam, Minggu (10/1).

Sumber-sumber Yaman menyebutkan puluhan korban tewas dan luka jatuh di pihak koalisi di kawasan Masyru’ah dan Hadnan, Taiz, dalam pertempuran sengit di mana pasukan Yaman berhasil bergerak maju cengan cepat dan meraih kemenangan besar yang berujung jatuhnya kawasan itu dan jalan-jalan utama yang menghubungkan provinsi Lahij dengan Muzi’ dan Maafir ke tangan mereka sepenuhnya.

Sumber-sumber itu juga menyatakan pasukan rudal Yaman dan komite-komite revolusi negara ini juga telah mengguncang lokasi-lokasi penempatan artileri pasukan koalisi di Gunung al-Shabakah, distrik Dzabab.

Di utara, pasukan gabungan Yaman menghadang serangan yang mengarah ke Midi – Harad, provinsi Hajjah.

Selain itu, rudal-rudal Yaman juga menerjang beberapa posisi pasukan koalisi di kawasan Asir di bagian selatan Saudi.

Sebelumnya, pasukan Yaman juga telah menguasai beberapa posisi yang menghadap ke kamp Brigade 115 di kota al-Hazm, provinsi al-Jawf, di bagian timur Yaman.

Sementara itu, lembaga Pusat Hukum HAM mengumumkan sebanyak 7411 orang Yaman, 1724 di antaranya anak kecil, terbunuh akibat serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman yang sudah berjalan sekitar sembilan bulan. Dilaporkan pula bahwa jumlah korban luka mencapai 13,846, termasuk 1492 anak kecil.

Dalam menyerang Yaman, Saudi dan sekutunya juga tak segan-segan menggunakan bom curah (cluster) yang tergolong senjata terlarang. (Baca: HRW: Saudi Jatuhkan Bom Kluster di Kawasan Sipil Yaman)

Seperti diketahui, dengan dalih membela Mansour Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah (Houthi), Saudi dan sekutunya menggelar serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dengan tujuan menundukkan milisi Ansarallah yang didukung militer Yaman loyalis mantan presiden Ali Abdullah Shaleh.

Semula Saudi bersumpah bahwa pihaknya akan dapat segera menumpas Houthi dan pendukungnya, namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda sumpahnya akan menjadi kenyataan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL