pasukan yaman ansarallahSanaa, LiputanIslam.com  –  Pasukan militer Yaman dan pasukan komite-komite rakyat negara ini Senin (8/2) berhasil merebut beberapa kawasan baru di daerah al-Rabuah di kawasan Asir, Arab Saudi.

“Satuan-satuan militer dan komite-komite rakyat telah melancarkan operasi khusus  dan berhasil menguasai beberapa posisi musuh, Arab Saudi, di kawasan al-Rabu’ah, Asir,” katanya, seperti dilaporkan kantor berita resmi Yaman, Saba, Selasa (9/2).

Dia menambahkan bahwa beberapa tentara Saudi terbunuh dan atau luka-luka, dan beberapa kendaraan militer lapis baja mereka hancur diterjang operasi tersebut.
Media perang Yaman Senin malam menayangkan rekaman-rekaman video operasi militer tersebut dan memperlihatkan jatuhnya beberapa posisi militer Saudi ke tangan pasukan Yaman.

Sementara itu, channel al-Masirah milik kelompok Ansarullah (Houthi) melaporkan bahwa korps pasukan rudal dan komite-komite rakyat Yaman meluncurkan rudal mutakhir Qahir 1 ke bandara regional Jizan, Arab Saudi, Selasa pagi.

Sehari sebelumnya, pasukan Yaman itu juga menembakkan dua rudal yang sama ke pangkalan Khamis Mashit di kawasan Asir.
Qahir 1 adalah rudal balistik  dari darat ke darat yang dikembangkan oleh para pakar militer Yaman dengan memodifikasi rudal dari darat ke udara S-75 / SA-2 buatan Rusia. Qahir 1 memiliki panjang 11 meter dengan berat 2 ton lebih, berhulu ledak seberat 200 kg lebih, dan berjarak jelajah 250 km.

Rudal ini dibuat dalam dua tahap; tahap pertama dengan menggunakan bahan bakar cair, sedangkan tahap kedua menggunakan bahan bakar padat.

Saudi dan sekutunya memerangi Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang dengan dalih memerangi milisi Houthi yang didukung militer loyalis mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. Houthi diperangi karena telah menggerakkan unjuk rasa akbar yang berujung tersingkirnya presiden korup Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung oleh Saudi.

Serangan Saudi ke Yaman telah menjatuhkan sekitar 7000 orang dan melukai belasan ribu lainnya yang sebagian besar adalah warga sipil. Sebelum menyerang Yaman dengan sandi Badai Mematikan, Saudi bersumpah akan dapat menumpas Houthi dalam waktu singkat dan memulihkan pemerintahan Mansour Hadi yang sudah lama terdepak keluar dari Sanaa, ibu kota Yaman. Namun hingga kini tak ada tanda-tanda sumpah itu akan terpenuhi.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL