Sanaa, LiputanIslam.com –  Pasukan rudal Yaman menyatakan pihaknya telah melesatkan rudal Istana Yamamah yang saat itu sedang menjadi tempat berkumpulnya para petinggi Arab Saudi di Riyadh, ibu kota negara ini.

Dilaporkan bahwa rudal “Burkan H-2” telah diluncurkan  pada Selasa (19/12/2017) dari lokasi di Yaman yang berjarak sekira 1000 kilometer dari sasaran, yaitu jarak yang disesuaikan dengan momen peringatan 1000 hari invasi militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Pasukan Yaman mengklaim rudal itu tepat mengena sasaran yang juga berjarak sekira 1.5 kilometer dari gedung Kedubes Amerika Serikat (AS) untuk Saudi di Riyadh.

Istana Yamamah merupakan kantor pusat Kerajaan Saudi dan pengadilan negara ini, dan di istana pula Raja Salman bin Abdulaziz pernah menyambut kunjungan Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.

AFP melaporkan bahwa suara ledakan terdengar di Riyadh pada pukul 10.50 waktu GMT atau pukul 17.50 WIB. Ketika itu para petinggi Saudi sedang berkumpul di istana tersebut untuk mengumumkan anggaran negara ini. Suara ledakan terdengar tak lama menjelang waktu yang dijadwalkan untuk pengumuman anggaran.

Pasukan rudal Yaman dalam statemennya menyatakan bahwa serangan rudal itu merupakan pembukaan  babak baru perang serta untuk menandai seribu hari semangat resistensi dan perjuangan bangsa Yaman melawan agresi asing.

“Istana rezim Saudi-Zionis-Amerika beserta semua fasilitas militer dan minyaknya terjangkau oleh rudal kami,” tegas pasukan Yaman.

Mereka menambahkan, “Payung Amerika untuk rezim Saudi tidak akan pernah dapat mencegah bangsa kami terjun ke dalam konfrontasi sejauh kehendak Allah… Darah rakyat yang mengalir akibat agresi Saudi tidaklah tumpah sia-sia.”

Sementara itu, rakyat Yaman di berbagai kota negara ini, terutama Sanaa, menggelar demonstrasi akbar untuk menandai peringatan 1000 hari agresi pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi terhadap Yaman. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*