roket yamanSanaa, LiputanIslam.com – Pasukan Yaman yang terdiri atas tentara dan komite-komite rakyat negara ini berhasil menguasai garis pertama pertahanan Saudi di wilayah perbatasannya dengan Yaman. Demikian dikatakan oleh wakil juru bicara militer Yaman Aziz Rashid, sebagaimana dilansir Alalam, Selasa (8/12).

Dia menambahkan bahwa kawasan-kawasan timur hingga selatan Saudi terus menjadi sasaran gempuran pasukan Yaman.

Pernyataan serupa dari juru bicara militer Yaman sendiri, Brigjen Sharaf Luqman, juga dilansir oleh al-Ahed.

“Kami sudah menguasai penuh garis terdepan pertahanan Saudi bagian selatan Saudi… Beberapa hari mendatang akan ada kabar menyenangkan untuk rakyat Yaman,” katanya.

Menurutnya, angkatan bersenjata Yaman sudah banyak bertebaran di provinsi-provinsi utara Yaman dan kawasan-kawasan selatan Saudi.

“Kami sekarang berusaha merebut kembali bagian-bagian negara kami yang diduduki oleh Saudi sejak 80 tahun silam,”imbuhnya.

Dia memastikan pasukan Yaman akan semakin banyak menggunakan senjata mutakhir dan ampuh, termasuk rudal Zilzal buatan Iran.

“Penggunaaan rudal ini membangkitkan kemarahan Rezim Zionis Israel sehingga jet-jet tempur Zionis menyerang posisi-posisi kami,” terangnya.

Dia juga mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ini pasukan Yaman berhasil menyingkirkan pasukan lawan di jalur perbatasan utara Yaman dengan menggunakan sebanyak lebih dari 1000 rudal dan peluru mortir sehingga pasukan Yaman dapat menerobos masuk ke wilayah selatan Saudi serta menguasai lebih dari 40 posisi pasukan Saudi, menghancurkan 75 unit tank, termasuk beberapa tank Abrams buatan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah kendaraan tempur Bradley yang juga buatan AS.

“Pasukan kami terus bergerak maju, dan sudah dapat mendekati kota-kota Najran, Asir dan Jizan,” pungkasnya.

Sementara itu, presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi telah memberitahukan kepada PBB bahwa dia sudah meminta Saudi dan sekutunya supaya menerapkan gencatan senjata bersamaan dengan dimulai perundingan damai di Jenewa, Swiss.

Dia mengaku telah menyampaikan keinginannya kepada pasukan koalisi pimpinan Saudi supaya diadakan gencatan senjata selama tujuh hari sejak pertengahan bulan ini.

“Gencatan senjata dapat diperpanjang jika pihak lawan konsisten,” katanya, seperti dilansir Alalam, sembari menyinggung seruan utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed kepada kelompok pro-Hadi dan gerakan Ansarullah supaya berkomitmen kepada upaya perdamaian.

Ould Cheikh sebelumnya juga menyatakan bahwa gencatan senjata untuk sementara waktu hampir pasti diberlakukan menjelang perundingan damai. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL