tank saudiSanaa, LiputanIslam.com – Sedikitnya 25 unit tank dan mesin perang Arab Saudi lainnya hancur diserang pasukan gabungan Yaman yang melancarkan operasi militer secara masif di bagian selatan Arab Saudi. Demikian diberitakan Alalam, Senin (21/9), berdasarkan laporan-laporan dari lokasi pertempuran.

Disebutkan pula bahwa pasukan gabungan Yaman bergerak maju di sejumlah kawasan Jizan di bagian selatan Saudi. Mereka menguasai desa Qamar, desa Dhahirah dan beberapa kawasan di Khubah, Jizan.

Sebelum itu telah terjadi pertempuran sengit yang menjatuhkan beberapa korban tewas dan luka di pihak tentara Saudi. Selain itu tiga tentara Saudi tumbang ditembak sniper pasukan Yaman di markas militer Jalah milik Saudi.

Pasukan Saudi berusaha bergerak maju ke arah basis militer Dar al-Nasr, namun gagal dan digempur pasukan Yaman hingga sebanyak delapan tank dan peralatan tempur Saudi hancur.

Media perang Yaman, al-I’lam al-Harbi, menayangkan beberapa penggalam video yang merekam gerak maju pasukan gabungan Yaman di beberapa kawasan setelah kota al-Rabu’ah. Dalam rekaman itu terlihat tentara Yaman dan pasukan komite-komite rakyat menduduki beberapa pos militer Saudi di bagian barat daya kota yang diduduki tentara Yaman sejak pekan lalu tersebut.

Di pihak lain, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, Jenderal Ahmad Asiri, menyatakan bahwa pasukan koalisi ini terus melakukan tindakan yang memadai untuk menumpas milisi Ansarallah dan tentara Yaman yang bersekutunya dengannya.

“Pasukan koalisi telah mengambil semua tindakan yang memadai untuk memenangi pertempuran. Operasi militer akan terus berlanjut, dan mereka akan menang dalam waktu dekat, lalu semua orang yang mencelakakan Yaman, daerah-daerah Yaman dan negara-negara tetangganya akan menanggung akibatnya,” ujar Asiri kepada TV resmi Saudi Ekhbariya.

Dia menambahkan, “Sepak terjang militer secara umum sudah berubah, karena mengikuti kondisi tanah, cuaca serta tindakan-tindakan pihak lain sehingga tidak ada modul dalam tindakan…. Kami menerapkan kegiatan mata-mata secara cermat, menentukan posisi-posisi, tempat-tempat konsentrasi, pusat-pusta komando, kekuasaan, penggudangan, dan pergerakan, lalu dilakukan penyerangan melalui operasi udara.”

Seperti diketahui, Yaman sejak Maret lalu sampai sekarang menjadi sasaran amuk pasukan udara Saudi dan sembilan negara sekutunya lantaran pemerintahan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarallah (Houthi).

Koalisi Arab bersumpah untuk menumpas Ansarallah dan memulihkan pemerintahan Hadi, tapi sampai sekarang Hadi sendiri masih mendekam di Riyadh, ibu kota Saudi, sebagai presiden pelarian meskipun koalisi Arab sudah menebar bom dari angkasa di seluruh wilayah Yaman hingga menewaskan ribuan orang, termasuk kaum perempuan dan anak kecil. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL