انزال طائرة تجسس سعودية في حالة سليمة بجيزانSanaa, LiputanIslam.com – Lembaga Amnesti Internasional dalam sebuah laporan berjudul “Tragedi Kemanusiaan Perang Saudi di Yaman” menegaskan bahwa ratusan orang Yaman terbunuh dengan senjata buatan Amerika Serikat (AS). Bersamaan dengan ini, tentara Yaman berhasil membajak dan mengendalikan pesawat nirawak pengintai serta menghancurkan tiga tank Saudi di Jizan, Saudi.

Sebagaimana dilansir Alalam, Senin kemarin (31/8), penasehat senior respon krisis Amnesti Internasional Donatella Rovera dalam laporan itu menyatakan bahwa pihak yang harus membayar harga perang di Yaman adalah warga sipil.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa kondisi kemanusiaan di Yaman sudah memburuk sejak awal konflik hingga kemudian sebanyak 80 persen penduduk memerlukan bantuan kemanusiaan.

Menurut laporan tersebut, Washington telah membekali jet-jet tempur Saudi bukan hanya dengan bahan bakar, melainkan juga dengan informasi-informasi intelijen. Karena itu, Amnesti Internasional menyatakan pemerintah AS ikut bertanggungjawab atas kejahatan perang tersebut.

Rovera mengingatkan bahwa senjata-senjata mematikan buatan AS akan menyisakan racun yang menjadi petaka bagi Yaman hingga bertahun-tahun lamanya, dan ada pula amunisi-amunisi yang hingga kini belum meledak.

Sumber dinas kesehatan Yaman menyatakan serangan Saudi terhadap al-Suq al-Shaabi (Pasar Rakyat) di distrik Sarwah, provinsi Ma’arib, Senin kemarin telah menjatuhkan korban tewas enam orang dan 15 korban luka. Satu di antara korban tewas adalah anak kecil usia sekitar 11 tahun.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa jet tempur Saudi melancarkan tiga serangan terhadap pasar ini.

Saudi kemarin juga menyerang Sa’adah dan Hijjah, mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas.

Juru bicara militer Yaman Brigjen Sharaf Luqman menyebut Arab Saudi sebagai “ISIS besar” yang sudah mendekati ajalnya. Dia juga memastikan akan ada “kejutan-kejutan baru” terhadap Saudi.

“Tentara Yaman sudah memegang inisiatif untuk Saudi, dan akan membuat musuh bereaksi terhadap operasi tentara Yaman,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Nahrainnet.

Dia menambahkan bahwa tentara Yaman akan menuntaskan masalah terorisme al-Qaeda dan ISIS di Yaman.

Sementara itu, tentara dan pasukan rakyat Yaman dikabarkan berhasil membajak sistem pengendalian pesawat nirawak pengintai Saudi dan mendaratkannya dengan aman di kawasan Jizan, Saudi. Militer Yaman menyatakan bahwa ini merupakan salah satu kejutan baru bagi Saudi, dan berjanji akan membuat publikasi tentang ini.

Menurut militer Yaman, kejutan baru ini menggentarkan musuh-musuh Yaman, dan dalam waktu dekat Saudi juga “akan menyaksikan prestasi-prestasi militer baru di lapangan dan di bidang teknologi”.

Pesawat nirawak Saudi dan AS siang malam kerap melintas di berbagai wilayah perbatasan negara ini dengan Yaman.

Militer Yaman juga berhasil menghanguskan tiga lagi tank Saudi jenis Bradley buatan AS ketika tentara Saudi berusaha namun gagal merebut pos Dar al-Nasr, Jizan, dari tangan pasukan Yaman.

Sehari sebelumnya pasukan Yaman berhasil menguasai sebuah pos militer Mash’al milik Saudi di Jizan yang kemudian disusul dengan pertempuran yang menewaskan sejumlah tentara Saudi ketika mereka berusaha melancarkan serangan balik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL