Afrin, LiputanIslam.com –  Militer Turki mengumumkan bahwa pihaknya telah mengendalikan penuh kawasan Afrin, Suriah utara, setelah lebih dari dua bulan bertempur melawan milisi Kurdi dukungan Amerika Serikat (AS) yang menguasai wilayah perbatasan utara Suriah.

“Semua desa telah dibebaskan dari teroris. Afrin berada di bawah kendali penuh (Angkatan Bersenjata Turki), ”ungkap Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki, seperti dikutip NTV, Sabtu (24/3/2018)

Dia menyatakan pihaknya berhasil “menetralkan” sebanyak 3.733 “teroris” selama operasi militer bersandi Tangkai Zaitun, sebagaimana dilansir surat kabar Turki Yeni Şafak.

Otoritas Turki sering menggunakan istilah “penetralan” dalam berbagai pernyataan mereka dengan maksud bahwa militan yang diperanginya menyerah, terbunuh, atau tertangkap.

Pemerintah Damaskus maupun pejabat setempat  belum berkomentar mengenai laporan tersebut.

Turki memulai operasi Tangkai Zaitun pada 20 Januari lalu untuk membersihkan perbatasan Suriah utara dari milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang didukung AS. Turki memerangi YPG karena menuduhnya bekerjasama dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang  berjuang untuk mendapatkan status otonomi Kurdi di wilayah Turki.

Dalam operasi itu militer Turki mengaku telah “berhati-hati” agar tidak merugikan warga sipil.

Namun demikian, Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa  lebih dari 280 warga sipil telah tewas sejak awal operasi.

Damaskus memandang operasi itu sebagai agresi dan menyerukan penarikan pasukan Turki sesegera mungkin dari Afrin.  (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL