Qamishli LiputanIslam.com –  Pasukan Kebebasan Arab Suriah (FSA) dan tentara Turki, Minggu (18/3/2018), berhasil menguasai pusat kota Afrin setelah 55 hari menggelar operasi militer bersandi Tangkai Zaitun di kawasan yang semula dikuasai Pasukan Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sejak 2012 tersebut.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan sebanyak lebih dari 1500 orang terbunuh sejak Turki memulai operasi militer pada 20 Januari 2018 di kawasan yang berbatasan dengan Turki itu.

“Sebagian besar pasukan Kurdi terbunuh dalam serangan udara dan artileri pasukan Turki,” ungkap Direktur Eksekutif SOHR, Rami Abdulraman.

Dia merinci sebanyak lebih dari 400 milisi Suriah yang didukung Turki juga tewas dalam perang Afrin, sedangkan Turki mengaku tentaranya yang tewas hanya 46 orang.

Sementara itu, beberapa jam setelah pasukan Turki dan milisi sekutunya menguasai Afrin, pihak otonomi Kurdi di Afrin, Minggu, menegaskan milisi Kurdi bertekad untuk bertempur dan “memukul” pasukan Kurdi sampai semua kawasan Afrin kembali kepada milisi Kurdi.

“Perang kami melawan pendudukan Turki dan pasukan takfiri yang bernama Jaish al-Hur (FSA) memasuki babak baru, yaitu peralihan dari konfrontasi langsung ke taktik menyerang dan lari (hit and run),” ungkap pihak otonomi Kurdi.

Dia menjelaskan bahwa pasukan Kurdi masih ada setiap tempat di Afrin, dan akan “menyerang posisi-posisi pasukan Turki dan milisi bayarannya pada setiap kesempatan.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*