tentara suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Pasukan pemerintah Suriah terus melancarkan operasi militernya di pinggiran timur provinsi Homs dan berhasil menguasai ring tengah dan kawasan perbukitan strategis. Akibatnya, pasukan Suriah dapat dengan leluasa menggempur posisi musuh-musuhnya di desa Mahin, Hawarin dan Hadath. Demikian dilaporkan Alalam, Senin (9/11).

Disebutkan pula bahwa di kota purbakala Palmyra (Tadmur) di pinggiran timur provinsi Homs puluhan teroris ISIS tewas diterjang operasi militer Suriah. Sedangkan di pinggiran selatan provinsi Aleppo pasukan Suriah berhasil menguasai beberapa distrik, yaitu Tel Mamu, Aziziyah Samaan, dan Zarawi Janub al-Hadhir dekat jalur internasional Aleppo – Damaskus.

“Telah jatuh puluhan korban tewas dan luka di barisan teroris yang sebagian besar adalah anggota Front al-Nusra dalam operasi militer Suriah di lokasi-lokasi pergerakan dan perkumpulan teroris di desa Khalsah dan selatan desa Qarasi di pinggiran selatan. Selain itu peralatan tempur mereka yang dilengkapi senapan mesin berat dan sedang juga hancur,” ungkap sumber militer Suriah.

Beberapa organisasi teroris dalam pesannya di media sosial mengakui keterbunuhan beberapa anggota mereka, termasuk komandan Front al-Nusra yang bernama Faisal Sharif alias Abu Umair al-Ansari.

Sumber militer Suriah juga menyebutkan pihaknya telah mengobrak abrik sarang-sarang dan kubu-kubu teroris ISIS di beberapa desa dan distrik, yaitu Rasam al-Abud, al-Jabiriyah, Hamimiyah, dan Abu Dhanah di bagian timur Rif Aleppo hingga “menghancurkan beberapa peralatan tempur dan gudang-gudang senjata kawanan teroris.”

Kelompok teroris lain yang bernama Jaish al-Fath juga terus digempur pasukan Suriah. Menurut laporan Sana, militer Suriah menyatakan kelompok itu menderita kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar akibat serangan udara terhadap sarang-sarang mereka di pinggiran provinsi Idlib dan Hama.

Sementara itu, Irna menyebutkan bahwa serangan udara Rusia terhadap kawanan teroris di berbagai wilayah Suriah masih berlanjut meskipun intensitasnya berkurang dibanding dua pekan pertama serangan, namun belakangan pemerintah Rusia tidak lagi memberikan keterangan pers setiap hari, melainkan cukup beberapa hari sekali. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL