suriah adraDamaskus, LiputanIslam.com – Pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali kota strategis Adra di utara Damaskus, ibu kota Suriah, Kamis (25/9), setelah melewati pertempuran sengit melawan gerilyawan pemberontak. Demikian dilaporkan berbagai media Timur Tengah, termasuk Middle East Eye dan Alalam.

Sebagaimana dilansir Middle East Eye, reporter AFP yang ikut mendatangi kota itu bersama rombongan dari pihak pemerintah mengatakan kota itu direbut kembali oleh tentara Suriah dalam kondisi sudah kosong dari penduduknya, sementara bekas-bekas terjadinya pertempuran sengit terlihat di berbagai lokasi dan aliran listrikpun terputus.

Komandan angkatan darat Suriah mengatakan pasukan pemerintah memasuki Adra dari lima lokasi dan sempat melihat ada kawanan bersenjata yang mencoba membantu rekan-rekannya yang terdesak, namun akhirnya mereka mundur dan beberapa orang di antara mereka tewas di kota yang dikuasai pemberontak sejak Desember tahun lalu tersebut.

Jurnalis AFP mengaku melihat terowongan-terowongan yang dibuat oleh para pemberontak di bawah bangunan-bangunan untuk bergerak dari lokasi ke lokasi di dalam kota, demikian pula lobang-lobang pada dinding bangunan serta kubu-kubu pertahanan para pemberontak.

Sumber keamanan Suriah menyatakan pasukan pemerintah berhasil menguasai area dalam kota yang digunakan sebagai permukiman para pekerja setelah pasukan berhasil mengamankan jalan raya dan zona industri. Namun dia mengakui bahwa Kota Lama Adra yang merupakan kota kecil masih dikuasai gerilyawan. Karena itu, di kota Adra sesekali masih terdengar suara letusan dan ledakan dari arah posisi gerilyawan.

Lembaga Pengawas HAM Suriah membenarkan laporan bahwa pasukan Suriah berhasil menguasai sepenuhnya kawasan permukiman para pekerja, sementara komandan lapangan pasukan Suriah mengatakan sejumlah besar gerilwan telah mundur ke Kota Lama Adra ketika pasukan Suriah terus bergerak maju.

Menurut lembaga tersebut, kemajuan pasukan Suriah itu akan memudahkan mereka untuk memperketat kepungan terhadap gerilyawan di Ghouta Timur yang terletak di timur kota Damaskus.

Laporan lain dari Alalam saat melaporkan berita yang sama menyebutkan bahwa menurut sumber-sumber militer Suriah, mental kawanan bersenjata sudah jatuh di sebagian besar kawasan Ghouta Timur, termasuk daerah permukiman Jobar, dan ini akan memudahkan pasukan Suriah untuk menumpas kelompok-kelompok bersenjata hingga ke kedalaman Jobar untuk kemudian melancarkan serangan masif ke posisi-posisi kelompok Jaish al-Islam di kota Duma.

Menurut Alalam, pasukan Suriah di Rif Qamishli juga gencar menggempur posisi-posisi pasukan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kawasan Tel Hamis yang menjadi basis utama kelompok ini di wilayah timur sekitar kota Hassakah. Serangan itu dilancarkan pasukan Suriah setelah berhasil menguasai 19 desa.

Di saat yang sama, pasukan Suriah juga menggelar operasi militer secara masif di wilayah utara sekitar kota Hasakah dan bergerak menuju Tel Barak dan beberapa desa sekitarnya untuk mencapai kawasan al-Shadad.

Selain itu, dalam operasi penyisiran di kawasan permukiman al-Nashwah di sebelah barat kota Hasakah pasukan Suriah berhasil meringkus beberapa kawanan bersenjata dan menyita senapan-senapan otomatis militer mereka.

Seperti diketahui, Suriah dilanda aksi pemberontakan dan teror para ekstrimis sejak tiga tahun silam. Menurut perkiraan perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), korban tewas mencapai sekitar 191,400 orang, dan jutaan penduduk mengungsi. Sedangkan menurut lembaga Pengawas HAM Suriah, lebih dari 158,000 warga sipil tewas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL