jalur aleppo suriahAleppo, LiputanIslam.com –   Pasukan pemerintah Suriah, Kamis (1/9/2016),  berhasil menguasai semua akademi militer yang berjumlah tiga komplek di selatan Aleppo, setelah sehari sebelumnya berhasil menguasai separuh di antaranya.

Demikian dilaporkan Ray al-Youm sembari menyebutkan bahwa Rabu lalu pasukan Suriah melanjutkan serangan ofensifnya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di tiga akademi militer tersebut dan berhasil menyingkirkan kawanan bersenjata dari beberapa bangunan strategis.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa pertempuran masih berlanjut namun dengan kondisi perlawanan kawanan bersenjata terus melemah secara signifikan.

Sementara itu, kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa jet-jet tempur Suriah menggempur beberapa posisi kawanan teroris Jaish al-Fatah di bagian utara provinsi Hama, mengakibatkan banyak teroris tewas.

Sumber militer Suriah mengatakan bahwa beberapa kendaraan yang sebagian di antaranya dilengkapi senapan mesin hancur dihantam serangan udara terhadap lokasi perkumpulan militan di dua kota Maorek dan Tibet al-Imam serta kawasan sekitar desa al-Buwaida dan distrik Souran.

Beberapa serangan udara Suriah juga menerjang sejumlah posisi militan di Hama, yang satu di antaranya menewaskan 10 teroris dari kelompok takfiri Jaish al-Nassr dan Jund al-Aqsa di sekitar distrik Souran.

Pertempuran terus lanjut hingga ke utara Suriah di mana pasukan pro-pemerintah berhasil memukul beberapa tempat persembunyian teroris di Kafr Hamra di sisi barat laut  kota Aleppo.

Serangan angkatan udara Suriah juga menerjang konvoi mobil kawanan teroris di Khan Touman dan menjatuhkan banyak korban tewas dan luka di pihak teroris.

Serangan udara juga dilaporkan terjadi di bagian selatan di mana kelompok teroris ISIS mengoperasi kan truk-truk tangki minyak  di desa Shaghaf di bagian timur provinsi Sweida.

Posisi mortir militan di kota al-Nueimeh di pedesaan timur Daraa di selatan Suriah selatan juga digempur oleh jet tempur Suriah, mengakibatkan beberapa orang bersenjata tewas.

Seperti diketahui, sejak Maret 2011 Suriah dilanda pemberontakan dan gelombang terorisme yang didukung oleh kekuatan-kekuatan asing.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura memperkirakan konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 400.000 orang. PBB berhenti membuat catatan resmi jumlah korban di Suriah karena tidak sanggup memverifikasi angka yang diterimanya dari berbagai sumber. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL