الجيش السوري يدعو المسلحين للانسحاب من شرق حلب مقابل ضماناتAleppo, LiputanIslam.com –   Pasukan pemerintah Suriah menyerukan kepada semua kawanan bersenjata di kawasan permukiman  Aleppo Timur agar keluar dari kawasan ini dengan jaminan keamanan dari pasukan pemerintah Suriah dan Rusia.

“Kami menyerukan kepada semua orang-orang bersenjata agar meninggalkan kawasan-kawasan permukiman timur kota Aleppo dan membiarkan warga sipil di sana hidup secara normal. Komando pasukan Suriah dan Rusia menjamin keamanan dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk keluarnya mereka,” bunyi statemen komando umum angkatan bersenjata Suriah, Minggu (2/10/2016), sebagaimana dilansir SANA.

28 Juli lalu, pemerintah Suriah bekerjasama dengan pasukan Rusia menjalankan operasi kemanusiaan berskala luas di Aleppo untuk melindungi warga sipil di kawasan-kawasan yang dikuasai kawanan bersenjata, dengan cara membukakan beberapa jalur keluar untuk warga sipil maupun militan yang berkenan meletakkan senjata.

Sementara itu, pertempuran sengit dilaporkan masih berlanjut di bagian utara kota Aleppo antara pasukan Suriah dan sekutunya yang terus bergerak maju  di satu pihak dan kubu pemberontak yang terdesak di pihak lain.

Di bagian utara provinsi Aleppo, pasukan Suriah masih menguasai penuh Rumah Sakit al-Kindi serta kawasan perbukitan dan pertanian di barat daya kamp Handarat.

Sumber militer mengatakan kepada SANA bahwa pasukan Suriah dan sekutunya melancarkan serangan masif dari kota Aleppo terhadap tempat-tempat konsentrasi kawanan bersenjata di bagian utara provinsi Aleppo.

AU Rusia Gempur Jaish al-Izzah

Lembaga Observatorium  Suriah untuk HAM (SOHR) menyebutkan bahwa pasukan udara Rusia menggempur markas sebuah kelompok pemberontak Suriah yang disokong AS di kawasan pegunungan provinsi Hamah di bagian tengah Suriah hingga menewaskan sedikitnya enam anggota kelompok tersebut.

“Sedikitnya enam kombatan Jaish al-Izzah tewas digempur jet-jet tempur Suriah sebanyak lebih dari 13 kali serangan mendadak dengan rudal-rudal penghancur bunker terhadap markas besar Jaish al-Izzah di dataran tinggi pegunungan dekat distrik al-Lataminah di bagian utara provinsi Hamah, Suriah tengah,” ungkap Direktur Eksekutif SOHR, Rami Abdulrahman kepada AFP.

Jaish al-Izzah adalah kelompok pemberontak Suriah yang eksis terutama di bagian utara provinsi Hamah. SOHR menyebutkan bahwa kelompok ini mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Arab.

“Sebanyak 50 pemimpin dan anggota Jaish al-Izzah ada di markas tersebut ketika serangan itu terjadi, dan sampai sekarang belum jelas bagaimana nasib mereka,” lanjutnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL