patroli pasukan suriah di aleppoAleppo, LiputanIslam.com –  Pasukan Arab Suriah (SAA) kembali mencetak kemenangan dalam pertempuran melawan kelompok-kelompok bersenjata di kota Aleppo. Lembaga Obserservatorium Suriah untuk HAM, Sabtu (3/12/2016), melaporkan SAA telah merebut lingkungan Tariq al-Bab di Aleppo timur, dan dengan demikian mereka telah menguasai 60% Aleppo timur.

Seperti diketahui, sejak beberapa waktu lalu SAA dan sekutunya menggelar operasi besar-besaran untuk menumpas para pemberontak dan teroris yang menguasai Aleppo timur.

Aleppo terbelah menjadi dua bagian barat dan timur sejak 2012, menyusul aksi pemberontakan dan merebaknya terorisme di Suriah. Bagian barat dikuasai SAA, sedangkan bagian timur dikuasai pemberontak yang berkomplot dengan kelompok-kelompok teroris, terutama Jabhat al-Nusra, cabang jaringan teroris al-Qaeda di Suriah.

Direktur Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan bahwa setelah berhasil melumpuhkan pertahanan kelompok-kelompok bersenjata di kawasan Hanano di Aleppo timur, gerak maju SAA berjalan mulus dan kini menguasai lebih dari separuh wilayah Aleppo timur.

Jatuhnya Aleppo timur ke tangan SAA menjadi pukulan paling telak bagi kubu pemberontak selama krisis Suriah yang sudah berjalan lima tahun.

Bersamaan dengan ini, sebanyak lebih dari 50,000 penduduk yang selama ini terjebak dalam pertempuran dan dilarang meninggalkan tempat oleh kawanan bersenjata akhirnya berhasil meloloskan diri dari Aleppo timur menuju Aleppo Barat yang sejak awal dikuasai SAA.

Menurut data tembaga Dana Anak PBB, UNICEF, sekira 20,000 dari total jumlah tersebut adalah anak kecil.

Lembaga ini mengharapkan bantuan untuk warga sipil tersebut karena musim dingin akan segera tiba, sementara kondisi di Aleppo sangat buruk.

Laporan lain menyebutkan bahwa perundingan para pejabat Rusia dengan para pemimpin pemberontak Suriah di Turki sejak sekitar dua pekan lalu sampai sekarang belum membuahkan kesepakatan politik untuk  meredakan pertempuran di Aleppo.

Meski demikian, pemimpin gerakan Ahrar al-Sham, Mohammad al-Shami, mengatakan telah ada kesepakatan mengenai pengeluaran kelompok Jabhat Fateh al-Sham melalui jalur-jalur kemanusiaan menuju Idblib.

Menurutnya, perundingan ini dihadiri oleh 11 tokoh oposisi Suriah, tapi  kelompok-kelompok pemberontak yang didukung oleh Amerika Serikat absen.

Sementara itu, para aktivis Suriah dari kota Raqqah memastikan bahwa tokoh ISIS berdarah Tunisia dan berkewarga negaraan Perancis, Abu Bakar al-Hakim, tewas terkena serangan pesawat  nirawak pasukan koalisi internasional pada 26 November lalu.

Krisis dan perang melanda Suriah sejak 2011 akibat pemberontakan dan terorisme yang disponsori dan dipersenjatai oleh Barat, Turki, dan sejumlah negara Arab. Jumlah korban tewas akibat perang ini diperkirakan sudah mencapai sekira setengah juta orang. (irna/reuters/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL