Damaskus, LiputanIslam.com –  Sistem pertahanan udara Suriah berhasil mencegat dan menghalau pesawat nirawak pengintai Israel di provinsi Quneitra di bagian barat daya Suriah.

“Pertahanan udara Suriah telah menghalau operasi pengintaian Israel di atas Quneitra, memaksa mereka meninggalkan wilayah udara Suriah,” ungkap kantor berita resmi Suriah, SANA, dalam laporan segeranya, Rabu (14/2/2018).

Hal ini  terjadi hanya selang beberapa hari setelah militer Suriah berhasil menembak jatuh sedikitnya satu jet tempur F-16 milik Israel.

Militer Israel mengkonfirmasi bahwa satu unit F-16 rontok di bagian utara Israel, dan bahwa dua pilotnya yang berhasil menyelematkan diri dengan menggunakan kursi lontar telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi satu di antaranya parah.

Koran Israel Haaretz menyebutkan bahwa dalam 30 tahun terakhir baru kali ini Israel kehilangan jet tempurnya selama melancarkan serangan udara ke Suriah.

Sejak Suriah dilanda krisis yang bermula pada tahuhn 2011 Israel berulang kali melancarkan serangan udara ke Suriah, antara lain dengan klaim menyasar posisi atau konvoi pasukan Iran atau Hizbullah, termasuk di sejumlah titik dekat Bandara Internasional Damaskus.

Suriah dan Israel sudah sekian dekade berada dalam kondisi tegang. Pada Juni 1967 Israel menduduki wilayah Suriah seluas sekira 1200 kilometer persegi di Dataran Tinggi Golan dan menganeksasinya sejak 1981 tanpa ada pengakuan dari masyarakat internasional. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*