tentara-suriah-di-aleppoBeirut, LiputanIslam.com –  Pasukan pemerintah Suriah, Syrian Arab Army (SAA), dan sekutunya terus bergerak maju di dalam wilayah timur kota Aleppo yang dikuasai oleh kawanan pemberontak.

“Pasukan pemerintah dan sekutunya yang terdiri atas Rusia, Iran, dan para kombatan Hizbullah berhasil mencetak kemajuan strategis pada malam Minggu dengan menguasai bagian timur kawasan permukiman Hanano,” ujar Direktur Eksekutif Observatorum Suriah untuk HAM Sami Abdulrahman kepada AFP, Senin (21/11/2016), sembari menyebutkan bahwa pertempuran terus berkecamuk sengit di sana dan diwarnai pula dengan serangan udara Suriah dan Rusia.

Lembaga yang bermarkas di Inggris  ini menyebutkan kawasan permukiman itu merupakan kunci bagi Aleppo timur, karena terletak di lokasi yang menjadi gerbang untuk mengendalikan bagian timur Aleppo.

Abdulrahman menyatakan bahwa kemajuan SAA dan sekutunya di Hanano merupakan yang pertama kalinya sejak Aleppo timur dikuasai kawanan bersenjata.

“Kawasan ini secara simbolik sangat penting, karena merupakan permukiman pertama yang dulu dapat dikuasai oleh kawanan kelompok-kelompok itu sebelum kemudian menguasai kawasan-kawasan lain,” lanjutnya.

Koran al-Watan yang dekat dengan pemerintah Suriah melaporkan bahwa Hanano merupakan “markas terpenting dan terbesar kawanan bersenjata di kawasan timur” dan bahwa “ring pertama pertahanan mereka telah jebol.”

Anggota biro politik Harakah Nour al-Din al-Zenki, kelompok teroris paling terkemuka di Aleppo, Yasir al-Yusuf mengatakan bahwa SAA berusaha meringsek maju ke kawasan Sheikh Najar di bagian timur kota ini dan Sheikh Said di bagian selain, tapi tak berhasil.

Aleppo sejak 2012 terbelah menjadi bagian barat yang dikuasai SAA dan timur yang dikuasai oleh kawanan bersenjata. Jika SAA dan sekutunya berhasil menguasai bagian timur maka akan menjadi pukulan telak bagi pemberontak dan teroris.

Almasdar News menyebutkan dalam perkembangan perang Aleppo SAA sudah mendekati kemenangan final.

Para analis sepakat bahwa perang Aleppo lebih menyerupai “perang penentuan masa depan” , yakni bahwa hasil perang ini akan menuntaskan kisah perang Suriah yang telah berlarut-larut selama lebih dari lima tahun dan menjatuhkan korban tewas lebih dari 300,000 orang. (mm/raialyoum/telegraph/almasdarnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL