Damaskus, LiputanIslam.com –  Sistem pertahanan udara Suriah telah mematahkan serangan rudal di sebuah bandara di dekat kota Homs, Suriah tengah, kurang dari sehari setelah jet tempur pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menyerang beberapa posisi militer Suriah di provinsi Deir Ezzor di bagian timur Suriah.

“Salah satu bandara militer kami di wilayah tengah disasar rudal musuh, dan sistem pertahanan udara kami menghadapi serangan itu dan mencegahnya dari mencapai tujuannya,” ungkap kantor berita resmi Suriah, SANA, dalam laporannya pada Kamis malam (24/5/2018).

Sebelumnya, SANA melaporkan bahwa suara ledakan terdengar dekat bandara Dabaa, 20 kilometer selatan Homs dekat perbatasan Libanon.

Belum ada laporan mengenai kemungkinan jatuhnya korban, namun Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan sebanyak “enam rudal” telah menyasar bandara militer Suriah yang ditempati kelompok-kelompok pertahanan rakyat yang bersekutu dengan pasukan pemerintah.

Lembaga yang berbasis di Inggris itu menduga serangan rudal itu merupakan ulah Israel.

AFP mengutip pernyataan narasumber di dekat perbatasan Libanon-Suriah bahwa beberapa jet tempur telah melesat di angkasa Libanon.

Sebelumnya, SANA melaporkan bahwa sejumlah posisi militer Suriah di kawasan perbatasan antara Albu Kamal dan Hmeimeh mendapat serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS pada Kamis malam. Jubir Kemhan AS, Pentagon, Letkol Kone Faulkner menepis laporan bahwa pasukan koalisi telah melancarkan serangan tersebut.

Perkembangan ini terjadi manakala tentara Suriah baru berhasil membebaskan sepenuhnya kamp Yarmouk, distrik Tadamun dan ditsrik Hajar Aswad di selatan Damaskus dari pendudukan kawanan teroris ISIS, pembebasan yang membuat ibu kota Suriah dan sekitarnya aman dari serangan teroris. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*