senjata rusia di suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Pasukan pemerintah Suriah dalam sebuah operasi militernya yang berjalan sejak beberapa bulan lalu berhasil membebaskan dan merebut kembali semua wilayah di selatan negara ini yang semula diduduki oleh kelompok-kelompok teroris.
Fars News Minggu (25/10) melaporkan bahwa tentara Suriah hampir sepenuhnya merebut kembali kawasan Taranjah dan Shaaban serta daerah-daerah di sekitarnya di pinggiran utara Quneitra.

Situs angkatan bersenjata Suriah mengumumkan bahwa tentara negara ini terus memburu para teroris yang kabur ke daerah-daerah sekitar serta memperkuat posisinya di kawasan-kawasan tersebut. Dengan demikian, dalam operasi bersandi “Bashar al-Sabirin” yang dimulai sejak 25 April lalu tentara Suriah berhasil merebut kembali semua kawasan yang semula dikuasai oleh kelompok-kelompok teroris di pinggiran Quneitra.

Laporan lain dari al-Mayadeen menyebutkan bahwa tentara Suriah juga terus bergerak maju di di Aleppo, dan Minggu kemarin berhasil membebaskan beberapa kawasan di sekitar Khanasir di pinggiran Aleppo dari cengkraman teroris, serta terjadi peningkatan serangan terhadap para teroris untuk pembebasan jalur Athariya – Khanasir.

Sementara itu, angota parlemen Rusia Alexander Yushchenko dari Partai Komunis menyatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad mengaku siap menyelenggarakan dan mengikuti pemilu sebelum waktunya jika hal itu diperlukan.

Dalam wawancara telefon dengan kantor berita Rusia TASS Yushchenko mengatakan, “Dia (al-Assad) siap membahas kemungkinan amandemen tambahan undang-undang dasar, pengumuman pemilu parlemen, dan dia juga siap menyelenggarakan pemilu (lebih cepat) jika rakyat Suriah memang menghendakinya.”

Yushchenko dalam kunjungannya belum lama ini ke Suriah selaku delegasi parlemen Rusia telah mengadakan pertemuan dengan al-Assad serta menyimak perkembangan situasi kemanusiaan di Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL