tentara suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Pasukan pemerintah Suriah (FSA) akhirnya kembali merebut kota Mleha di tenggara Damaskus, ibu kota Suriah, dari tangan pemberontak setelah melewati pertempuran selama beberapa bulan.

Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, komando militer Suriah dalam pernyataan resmi di TV pemerintah Suriah Kamis kemarin (14/8) menyatakan, “Keamanan dan stabilitas kota Mleha dan kawasan pertanian di sekitar di Ghouta timur, Rif Damaskus, berhasil dipulihkan melalui serangkaian operasi istimewa dan menentukan yang telah menyebabkan banyak teroris tewas.”

Komando militer Suriah menambahkan bahwa dengan kembalinya Mleha ke tangan pemerintah maka “FSA berhasil mempersempit jeratan terhadap sisa-sisa sarang teroris di Ghouta timur serta mengamankan pangkalan untuk menumpas mereka.”

Klaim pasukan Suriah ini dibenarkan oleh ketua lembaga Pengawas HAM Suriah, Sami Abdurrahman.

“Pasukan pemerintah yang didukung Hizbullah berhasil menguasai sepenuhnya kota Mleha,” ungkapnya kepada AFP sembari menyebutkan bahwa pertempuran masih berlangsung di sekitar kota kecil tersebut. Dia juga mengatakan bahwa Mleha merupakan gerbang menuju Ghouta timur.

TV pemerintah Suriah menayangkan liputan-liputan langsung dari jalan-jalan utama kota Mleha yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Damaskus di arah tenggara. Di situ terlihat rumah-rumah yang hancur dan sebagian hangus serta puing-puing yang berserakan.

Menurut Rai al-Youm, FSA dan pasukan Hizbullah berusaha menguasai kota itu sejak April lalu. Kota itu menjadi gerbang menuju kawasan Ghoita timur yang merupakan basis utama pasukan pemberontak yang terkepung sejak lebih dari satu tahun silam dan hampir setiap hari menjadi sasaran tembakan FSA.

Laporan lain dari Pengawas HAM Suriah menyebutkan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah memenggal kepala sedikitnya sembilan petempur kubu pemberontak Suriah di wilayah utara Rif Aleppo Kamis kemarin setelah sehari sebelumnya ISIS berhasil merebut sebuah kawasan di dekat perbatasan Turki dari tangan pemberontak Suriah.

Lembaga itu menyebutkan bahwa ISIS berhasil merebut kawasan itu setelah terjadi pertempuran yang menewaskan sedikitnya 40 pasukan pemberontak dan 12 pasukan ISIS.

Suriah dilanda pemberontakan dan kedatangan para ekstrimis bersenjata dari berbagai negara asing sejak lebih dari tiga tahun silam. Pemberontakan itu menimbulkan perang dan aksi kekerasan yang menewaskan lebih dari 170,000 orang serta menyebabkan jutaan orang mengungsi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL