A Berbagai media anti Yaman belakangan berusaha menjatuhkan mental tentara dan pasukan rakyat Yaman dengan menyebutkan bahwa jatuhnya pangkalan militer di Fardah Nihm di provinsi Ma’rib sebagai pendahuluan untuk jatuhnya Sanaa, ibu kota Yaman, ke tangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi atau pasukan pendukung presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Disebutkan bahwa Jumat lalu (12/2) kubu Saudi dan Mansour Hadi telah merebut pangkalan Fardah Nihm yang terletak tak jauh dari Sanaa setelah terjadi pertempuran sengit mereka melawan pasukan Houthi (gerakan Ansarullah) dan tentara loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Menurut media Barat dan negara-negara Arab Teluk Persia, pangkalan itu merupakan salah satu gerbang penting menuju Sanaa, dan jika kawasan Arhab dan Bani al-Harith di utara Sanaah jatuh pula ke tangan mereka maka mereka akan dapat menghujankan serangannya ke ibu kota Yaman yang dikuasai oleh tentara Yaman dan milisi Houthi.

Lantas bagaimana komentar pihak Houthi? Abdul Malik Badruddin al-Houthi, komandan besar gerakan Ansarullah, mengatakan, “Situasi di Yaman tidak akan seperti itu, dan mimpi para agresor tak akan berubah.”

Sebagaimana dilansir IRNA, dia beralasan bahwa rakyat Yaman memandang Fardah Nihm hanyalah satu di antara sekian ratus front perlawanan para pejuang Yaman, dan mereka yakin bahwa apa yang terjadi di sana maupun di kawasan-kawasan lain tidaklah seperti yang digambarkan oleh “imperium media Zionis”.

Tentara dan rakyat pejuang Yaman sudah mendekat gerbang-gerbang kota Marib, jarak mereka dengan kota ini hanya tinggal 15 km, dan mereka optimis dalam waktu dekat akan dapat menguasai penuh kawasan stategis Bab al-Mandab. Kemudian, para pejuang Yaman juga terus bergerak maju di berbagai front pertempuran di puluhan kota dan daerah dan bahkan menguasai posisi-posisi militer di wilayah Arab Saudi.

Menurut Badruddin al-Houthi, semua ini menunjukkan bahwa para pejuang Yaman terlampau kuat untuk mempertahankan Sanaa dari serangan pasukan agresor dan orang-orang Yaman yang menjadi antek mereka.

Berbagai provinsi di Yaman belakangan ini juga menjadi ajang pertemuan berbagai suku yang diwarnai kutukan terhadap pasukan koalisi dan dukungan kepada tentara dan pasukan rakyat Yaman. Para petinggi militer Yaman lantas menegaskan kesiapannya untuk memberikan bantuan lebih besar kepada suku-suku itu dalam perang melawan pasukan antek dan bayaran Saudi.

Seperti diketahui Saudi dan sekutunya menyerang Yaman dengan dalih memulihkan pemerintahan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansuor Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang dimotori oleh gerakan Ansarullah.

Saudi bersumpah untuk menumpas Ansarullah yang didukung oleh militer Yaman, tapi sampai sekarang serangan itu hanya menghasilkan tewasnya 8,300 orang yang lebih dari 2,236 di antaranya adalah anak kecil serta terlukanya lebih dari 16,000 orang, sementara pasukan militer Yaman dan milisi Ansarullah tetap tangguh bertahan dan menyerang.

Serangan Saudi  dan sekutunya juga telah menimbulkan kerugian materi pada Yaman dalam jumlah yang sangat besar berupa kehancuran fasilitas infrastruktur, rumah sakit, sekolah dan pabrik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL