Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi dalam siaran persnya yang dirilis dini hari Sabtu (13/5/2017) menyatakan bahwa operasi pembebasan kawasan subdistrik al-Qayrawan yang mulai digelar dini hari Jumat (12/5/2017) telah menewaskan 50 anggota kelompok teroris ISIS sampai tengah hari itu serta membebaskan dan mengepung tujuh desa.

Sumber-sumber militer Irak sebelumnya menyatakan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi berhasil merebut tujuh desa di kawasan utara Irak dekat perbatasan Suriah  setelah melancarkan serangan masif pada Jumat dini hari (12/5/2017).

“Pasukan al-Hashd al-Shaabi yang didukung jet-jet tempur Irak berhasil membebaskan desa-desa Sadkhan, Sabaya Kharus, Abu Lihaf, Umm Kabirah, Umm Shababit, dan Tal Hajim,” ungkap Kapten Jobeir Hasan kepada kantor berita Turki, Anadolu.

Dia menjelaskan bahwa semua desa itu berada di sekitar kawasan al-Qayrawan  distrik Biaj, 120 km barat Mosul.

Dia menuturkan, “Gerak maju terjadi begitu cepat akibat sengitnya serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur Angkatan Udara (AU) Irak terhadap posisi-posisi ISIS, gudang-gudang senjata dan bom-bom mobil.”

Serangan terhadap ISIS tersebut dilakukan dalam operasi bersandi “Mohammad Rasulullah 2” dengan tujuan membebaskan subdistrik al-Qayrawan dan desa-desa sekitarnya serta kota al-Biaj dekat perbatasan Suriah.

Operasi ini dimulai sejak Kamis malam dengan mengerahkan beberapa brigade pasukan relawan dan dengan dukungan AU Irak.

Pertempuran berlangsung sengit ketika pasukan relawan berusaha merebut desa-desa, perbukitan, dan jalur-jalur utama transportasi.  Dan dengan keberhasilan ini dan selanjutnya pasukan relawan akan  menguasai bagian penting garis perbatasan Irak – Suriah.

Sementara itu, Lettu Nayef al-Zobeidi mengatakan bahwa ratusan orang warga terpaksa mengungsi dari desa-desa sekitar akibat sengitnya pertempuran.

Dia menyebutkan sekira 400 orang telah dievakuasi dari desa-desa kawasan al-Qayrawan menuju kawasan yang aman dari pertempuran.

Pasukan Irak memulai operasi militer besar-besaran untuk membasmi ISIS di Mosul sejak Oktober 2016. Pada Januari 2017 mereka berhasil membebaskan Mosul timur. Selanjutnya, sejak Februari lalu mereka memulai lagi operasi militer untuk membebaskan Mosul barat, dan sejauh ini sebagian besar wilayah ini sudah berhasil dibebaskan.

Para komandan militer Irak menyebutkan kawanan teroris  ISIS masih bercokol dan bertahan hanya  di sekira 30 persen wilayah Mosul barat. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL