Baghdad, LiputanIslam.com –  Salah seorang komandan pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Jawad al-Tabibawi, Kamis (10/8/2017), menyatakan pihaknya mendapat tekanan dari dalam dan luar negeri sehingga tidak akan dilibatkan dalam operasi militer pembebasan kota kecil Tal Afar, 50 kilometer barat Mosul, Irak utara, dari pendudukan kelompok teroris takfiri ISIS.

Dalam keterangan persnya al-Tabibawi menuding AS dan pemimpin wilayah otonomi Kurdistan Irak Masoud Barzani menghalangi partisipasi al-Hashd al-Shaabi dalam operasi pembebasan Tal Afar yang disebut-sebut akan segera dimulai.

Dia mengaku heran atas campurtangan asing dalam perang pembebasan berbagai wilayah Irak karena menyalahi kedaulatan nasional Irak. Menurutnya, campurtangan ini dilakukan demi kepentingan kawanan teroris, terutama ISIS, dan campurtangan itu menjurus pada peningkatan kekuasaan Barzani di wilayah provinsi Nineveh dan integrasi wilayah ini dengan Kurdistan Irak.

Tal Afar sudah sekian bulan dikepung total oleh al-Hashd al-Shaabi yang berulangkali menegaskan kesiapannya untuk membebaskan kota ini, namun sampai sekarang instruksi operasi pembebasan tak kunjung keluar akibat intervensi AS. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL