Baghdad, LiputanIslam.com –  Juru bicara pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, memastikan bahwa pasukan ini akan tetap eksis dalam kondisi apapun, dan dalam konteks ini rancangan udang-undang telah diajukan kepada kabinet Irak untuk kemudian diserahkan kepada parlemen untuk pengesahan.

“Masa depan al-Hashd al-Shaabi telah menjadi obsesi yang dibicarakan oleh para simpatisan maupun pembencinya karena apa yang terjadi pada tahun 2014 (serbuan ISIS ke Mosul) merupakan guncangan bagi dunia,”  ujarnya.

Dia menjelaskan, “Para simpatisan al-Hash al-Shaabi ada yang menginginkan integrasi pasukan ini dengan badan-badan keamanan pemerintah, namun ini dapat merusak tentara dan relawan sendiri, dan ada pula yang menghendaki al-Hashd al-Shaabi tetap seperti semula. Di pihak lain ada pembenci yang sama sekali tidak menghendaki kelestarian al-Hashd al-Shaabi.”

Dia melanjutkan, “Al-Hashd al-Shaabi tetap eksis dan tak akan sirna dalam kondisi apapun… Kami telah mendiskusikan undang-undang  pengabdian dan pensiunan serta kami ajukan kepada dewan kabinet, dan kami menanti dewan ini mengajukannya kepada parlemen untuk dilakukan pemungutan suara atasnya supaya setelah itu tak ada lagi orang yang dapat meniadakannya karena dengan demikian al-Hashd al-Shaabi menjadi lembaga keamanan berdasarkan undang-undang, dan  peniadaannya tidak bisa dilakukan kecuali dengan undang-undang.”

Perdana Menteri Irak Haider Abadi pada 22 Juli 2017 menyebut pasukan relawan yang andil besar dalam penumpasan ISIS di Irak ini sebagai lembaga keamanan yang “fundamental” dan “netral” sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengayomi dan melestarikan keberadaannya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL