konflik di aden yamanAden, LiputanIslam.com – Pasukan Brigade 39 yang pro- Ansarullah menguasai Bandara Internasional Aden, sementara Komandan Pasukan Khusus di Aden Brigjen Abdul Hafiz al-Saqqaf menyatakan bahwa tentara nasional Yaman telah menguasai istana presiden di kawasan al-Ma’ashiq di Aden.

Demikian dilaporkan Alalam Rabu malam (25/3/2015) sembari menyebutkan adanya kabar bahwa presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansur Hadi mengadakan pembicaraan mengenai jalan keluar bagi dirinya.

Al-Saqqaf menegaskan bahwa selain sudah menguasai istana presiden di kota Aden tentara Yaman pro-Ansarullah juga telah mengamankan provinsi Aden dari semua penjuru.

Sebuah sumber yang dekat dengan Mansur Hadi menyatakan bahwa Hadi masih belum meninggalkan Yaman dan sedang terjadi pembicaraan mengenai penyerahan dirinya atau pencarian jalan keluar bagi dirinya.

Beberapa jam sebelumnya, Reuters mengutip keterangan penduduk kota Aden bahwa beberapa jet tempur melesat di angkasa kota Aden dan meluncurkan beberapa roket ke wilayah tempat tinggal presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, sementara mesin-mesin penangkis serangan udara memuntahkan peluru-pelurunya ke arah pesawat.

Saat itu pihak kantor Hadi menyatakan bahwa Hadi dalam kondisi segar bugar di Aden dan tidak kabur dari Aden sebagaimana disebutkan oleh beberapa media.

Sebelum itu, beberapa media Arab, termasuk Alarabiya, melaporkan bahwa Mansur Hadi telah angkat kaki dari Aden menuju Djibouti, Afrika.

Sejumlah negara Arab termasuk Mesir, Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab menarik keluar duta besar (dubes) dan para diplomat masing-masing dari kota pelabuhan di Yaman utara tersebut.

Negara-negara Arab itu memindah para dubesnya dari Sanaa ke Aden mengikuti pelarian Hadi ke Aden dan pernyataannya bahwa ibu kota Yaman untuk sementara waktu pindah ke Aden karena kota Sanaa dikuasai oleh milisi Ansarullah atau yang juga dikenal dengan nama Syiah al-Houthi.

Maskapai penerbangan Bahrain Gulf Air menghentikan untuk sementara waktu penerbangan domestik dan internasionalnya di Bandara Internasional Sanaa.

Menteri pertahanan pemerintahan Mansur Hadi, Mahmud al-Subaihi, telah ditangkap oleh pasukan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan Ansarullah.

Berbagai laporan juga menyebutkan bahwa para pemimpin elemen-elemen pendukung Hadi sudah terpisah dari Hadi, dan diduga mereka sudah keluar dari Aden meninggalkan pangkalan-pangkalan yang sebelumnya mereka gunakan untuk bertahan di depan serangan kelompok-kelompok pasukan pendukung Ansarullah.

Di provinsi Sa’dah, sejumlah besar warga adat memenuhi seruan pemimpin Ansarullah Abdul Malik al-Houthi menggelar parade militer bersenjata lengkap, sebagaimana dilakukan oleh warga adat lain di provinsi al-Jawf dan Ma’rib, dalam rangka mengingatkan pihak-pihak asing pendukung Hadi yang bermaksud melakukan intervensi militer ke Yaman sesuai permintaan Hadi.

Seperti diketahui, milisi Ansarullah yang menggerakkan reformasi dan gerakan akti korupsi melalui gelombang unjuk rasa damai secara besar-besaran akhirnya menguasai Yaman sejak September tahun lalu setelah terlibat pertempuran dengan pasukan pendukung Hadi menyusul represi aparat terhadap para pengunjuk rasa. Hadi kemudian melarikan diri ke Aden setelah mengajukan surat pengunduran diri.

Di Aden dia menarik pernyataan pengunduran dirinya setelah mendapat dukungan negara-negara Arab sekitar yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Pasukan GCC, Perisai Semenanjung, sempat mengirim beberapa helikopter militer beserta perlengkapan perang, termasuk mesin-mesin penangkis serangan udara, ke Aden untuk melindungi Hadi. Namun pasukan Ansarullah dan kelompok-kelompok pasukan pendukungnya terus bergerak mendekati Aden. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*