Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa “tentara nasional dan pasukan rakyat” Yaman telah menguasai bagian tengah kota pelabuhan Mukha serta sebagian besar bangunan dan jalanan, Selasa (7/2/2017). Mereka juga menyebutkan, “milisi Houthi (Ansarullah) dan Ali Saleh (mantan presiden Yaman)  berada dalam kondisi terdesak mundur dan kabur.”

Kantor berita Yaman, Saba, mengutip pertanyaan sumber militer di Taiz bahwa pasukan loyalis yang disebut tentara nasional Yaman itu telah merampungkan operasi razia kawasan-kawasan permukiman yang menjadi tempat persembunyian milisi Houthi, dan penduduk di kawasan yang berhasil “dibebaskan” di tengah kota Mukha “menyambut gembira” kedatangan pasukan loyalis Hadi.

Sumber itu menambahkan, “Operasi militer terus berlanjut untuk menghalau sisa-sisa milisi setelah dibuka jalur-jalur aman bagi penduduk untuk meninggalkan rumah dan perkampungan mereka.”

Dia juga menyebutkan sejumlah anggota Ansarullah telah menyerahkan diri kepada pasukan loyalis Hadi.

Di pihak lain, situs al-Masirah melaporkan bahwa “tentara Yaman” (loyalis Saleh) dan pasukan “Komite Rakyat” yang berafiliasi dengan Ansarullah menghadang serbuan besar “pasukan bayaran”  yang didukung serangan udara dan laut secara sengit ke kota Mukha yang dimulai sejak Selasa pagi hingga sore.

Media milik Ansarullah ini menyebutkan bahwa puluhan pasukan bayaran, termasuk ISIS, al-Qaeda dan tentara Sudan, tewas dalam pertempuran ketika pasukan ini berusaha bergerak maju ke bagian timur Mukha.

Beberapa waktu lalu, Ansarullah menegaskan bahwa mempertahankan kota pelabuhan Hudaidah bagi kelompok ini jauh lebih penting daripada mempertahankan Sanaa, ibu kota Yaman.

Ansarullah dan sekutunya siap bertempur hingga titik darah penghabisan demi mencegah jatuhnya Hudaidah ke tangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, sebagaimana mereka juga akan terus bertempur mati-matian untuk mempertahankan palabuhan Mukha di barat Taiz karena pelabuhan ini merupakan garis pertahanan pertama bagi Hudaidah.

Saat itu Ansarullah juga membantah klaim bahwa pelabuhan Mukha telah jatuh ke tangan loyalis Hadi yang didukung pasukan Saudi dan sekutunya. (mm/raialyoum/almasirah)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL