Aden, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengumumkan dimulainya lagi operasi militer untuk merebut kota dan pelabuhan Hudaydah setelah sekira dua setengah bulan dihentikan.

Seorang pejabat pasukan koalisi, Senin (17/9/2018), mengatakan kepada AFP bahwa pasukan pendukung presiden tersingkir Yaman Abd Mansour Hadi yang dibantu pasukan koalisi “memulai operasi militer dari beberapa poros untuk pembebasan kota Hudaydah” yang dikuasai oleh kelompok Ansarullah (Houthi).

Komandan pasukan koalisi di pesisir barat Yaman Brigjen al-Tunaiji juga menyebutkan hal tersebut dalam pernyataannya yang dirilis oleh kantor berita Uni Emirat Arab (UEA), negara yang juga terlibat dalam pasukan koalisi dan memimpin operasi militer di bagian barat Yaman.

Para pejabat pemerintahan Hadi mengatakan bahwa jet-jet tempur pasukan koalisi melancarkan serangan intensif ke posisi-posisi Ansarullah di dalam kota Hudaydah, sementara penduduk mengaku mendengar beberapa suara ledakan.

Pasukan loyalis Hadi yang didukung pasukan koalisi pada Juni lalu melancarkan serangan ke pesisir barat dengan tujuan merebut pelabuhan Hudaydah yang dikuasai Ansarullah.  Kemudian, pada awal Juli lalu UEA mengumumkan penangguhan serangan darat ke kota Hudaydah dengan alasan demi memberikan kesempatan bagi media PBB sembari meminta Ansarullah mundur dari kota dan pelabuhan Hudaydah.

Sementara itu, Senin pagi waktu setempat Ansarullah melepaskan rudal balistik jarak dekatnya ke tempat-tempat konsentrasi pasukan koalisi.

Sumber Ansarullah memastikan rudal itu mengena sasaran dengan presisi tinggi setelah Ansarullah meneropong secara cermat pergerakan dan konsentrasi pasukan loyalis Hadi yang didukung pasukan koalisi. (mm/raialyoum/almasirah)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*